INDOSPORT.COM - Marcus Rashford menyebut gelar La Liga Spanyol bersama Barcelona sebagai akhir yang sempurna dari masa peminjamannya. Namun, penyerang Manchester United itu belum bisa memastikan apakah akan bertahan di Camp Nou musim depan.
Rashford menjadi salah satu tokoh utama saat Barcelona mengalahkan Real Madrid 2-0 di El Clasico. Kemenangan itu memastikan gelar LaLiga ke-29 bagi klub Catalan dengan tiga laga masih tersisa.
Pemain asal Inggris itu membuka keunggulan Barcelona pada menit kesembilan. Ia mencetak gol lewat tendangan bebas indah yang meluncur ke pojok atas gawang Thibaut Courtois.
Ferran Torres kemudian menggandakan keunggulan Barcelona pada menit ke-18. Ia menyelesaikan peluang setelah menerima umpan tumit cerdik dari Dani Olmo.
Barcelona mampu menjaga keunggulan itu sampai pertandingan selesai. Tim asuhan Hansi Flick pun memastikan gelar liga kedua secara beruntun.
Bagi Rashford, malam itu terasa sangat spesial. Ia bukan hanya membantu Barcelona mengalahkan rival terbesar, tetapi juga meraih gelar liga pertama dalam karier seniornya.
“Ini adalah cara sempurna yang saya inginkan untuk mengakhirinya. Saya sangat bahagia dan hanya ingin menikmati hari ini,” ujar Rashford kepada ESPN.
Rashford mengaku tidak ingin terburu-buru membicarakan masa depan. Ia memilih menikmati momen juara sebelum mengambil keputusan bersama Barcelona dan Manchester United.
“Saya hidup untuk saat ini. Pada akhir musim, kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Rashford.
Ia menegaskan datang ke Barcelona dengan tujuan yang jelas. Rashford ingin merasakan kemenangan, dan gelar LaLiga membuat masa peminjamannya terasa sangat berarti.
“Saya datang ke sini untuk menang, dan kami melakukannya. Jadi saya sangat bahagia, ini perasaan yang luar biasa,” ujarnya.
Rashford juga menilai Barcelona pantas menjadi juara. Menurutnya, perjalanan musim ini tidak selalu mudah, tetapi tim mampu melewati banyak momen sulit.
“Rasanya luar biasa. Ini musim yang panjang dengan naik turun, tetapi saya pikir kami pantas memenangi LaLiga,” kata Rashford.
Ketika ditanya apakah ia masih akan menjadi pemain Barcelona musim depan, Rashford memberi jawaban terbuka. Ia mengaku tidak tahu pasti karena keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangannya.
“Saya tidak tahu. Saya bukan pesulap, tetapi jika saya pesulap, saya akan bertahan,” ujar Rashford.
Kalimat itu langsung dibaca sebagai sinyal bahwa Rashford ingin bertahan di Barcelona. Namun, situasinya tetap rumit karena ia masih berstatus pemain Manchester United.
Rashford bergabung dengan Barcelona sebagai pemain pinjaman setelah sebelumnya juga sempat menjalani masa pinjaman di Aston Villa. Masa depannya kini bergantung pada negosiasi antara Barcelona, United, dan sang pemain.
Barcelona dikabarkan memiliki keinginan untuk mempertahankan Rashford lebih lama. Namun, kondisi finansial klub dan sikap Manchester United akan menentukan apakah transfer permanen bisa diwujudkan.
Rashford sendiri tidak menutupi rasa nyaman berada di Barcelona. Ia menyebut skuad Flick punya masa depan besar dan akan memenangi banyak hal dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini tim yang luar biasa. Mereka akan memenangi begitu banyak hal di masa depan,” ujar Rashford.
“Menjadi bagian dari itu akan terasa spesial. Saya ingin memenangi sebanyak mungkin trofi,” lanjutnya.
Secara statistik, Rashford menjalani musim yang cukup produktif di Spanyol. ESPN mencatat ia membuat 8 gol dan 7 assist di La Liga musim ini.
Gol ke gawang Real Madrid juga punya nilai sejarah tersendiri. ESPN mencatat itu adalah gol tendangan bebas langsung pertama Barcelona di El Clasico sejak Lionel Messi melakukannya pada 2012.
Rashford mengaku awalnya tidak yakin akan menembak langsung dari situasi tersebut. Namun, keputusannya berakhir sempurna dan menjadi pembuka pesta gelar Barcelona.
Gol itu sekaligus memperlihatkan kualitas Rashford dalam momen besar. Setelah masa sulit di Manchester United, ia kembali menemukan panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Di United, Rashford pernah menjadi simbol akademi dan wajah masa depan klub. Ia mencatat lebih dari 400 penampilan untuk klub masa kecilnya sebelum posisinya menurun dalam beberapa musim terakhir.
Perubahan pelatih dan persaingan di lini depan membuat masa depannya di Old Trafford semakin tidak pasti. Karena itu, keberhasilannya bersama Barcelona memberi babak baru yang penting dalam kariernya.
Bagi Barcelona, Rashford memberi fleksibilitas besar di lini depan. Ia bisa bermain dari sisi kiri, menyerang ruang, atau menjadi ancaman langsung lewat kecepatan dan penyelesaian akhir.
Dalam laga melawan Real Madrid, Hansi Flick memasangnya untuk memberi intensitas dan ancaman dari awal. Keputusan itu langsung terbayar dengan gol cepat yang mengubah arah pertandingan.
Kemenangan atas Madrid juga terasa emosional bagi Barcelona karena Flick memimpin tim dalam kondisi berduka. AP melaporkan pelatih asal Jerman itu tetap mendampingi tim beberapa jam setelah ayahnya meninggal dunia.
Para pemain Barcelona kemudian memberi respons terbaik di lapangan. Mereka bermain solid, efektif, dan memastikan gelar di hadapan pendukung sendiri.
Gelar ini membuat Barcelona semakin dekat dengan Real Madrid dalam koleksi La Liga. Barcelona kini memiliki 29 gelar, tertinggal tujuh dari Real Madrid sebagai pemilik gelar terbanyak.
Namun, untuk Rashford, fokus utama malam itu bukan soal perbandingan sejarah. Ia hanya ingin menikmati gelar yang datang setelah musim penuh tekanan dan perubahan.
Pernyataannya setelah laga memberi gambaran jelas tentang isi hatinya. Rashford merasa bahagia di Barcelona, tetapi belum bisa memastikan apakah cerita itu akan berlanjut.
Kini, bola berada di tangan tiga pihak. Barcelona harus mencari jalan finansial, Manchester United harus menentukan sikap, dan Rashford harus memilih jalur terbaik untuk kariernya.
Jika ini benar-benar menjadi akhir masa pinjamannya, Rashford menutupnya dengan cara yang sulit dilupakan. Ia mencetak gol di El Clasico, membawa Barcelona juara, dan meninggalkan sinyal kuat bahwa Camp Nou sudah membuatnya merasa hidup kembali.