INDOSPORT.COM - Persaingan gelar Scottish Premiership musim 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, perebutan trofi kini tinggal menyisakan dua kandidat, yakni Heart of Midlothian F.C. dan Celtic F.C..
Keunggulan Hearts di puncak klasemen kini hanya tersisa satu poin setelah Celtic meraih kemenangan penting 3-1 atas rival abadinya, Rangers F.C., dalam laga Old Firm Derby akhir pekan lalu.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Rangers keluar dari persaingan juara. Tim asuhan Danny Röhl kini tertahan di posisi ketiga dengan selisih tujuh poin dari Celtic dan delapan angka dari Hearts.
Situasi ini membuat Hearts berada sangat dekat dengan sejarah besar. Klub asal Edinburgh itu berpeluang merebut gelar liga kasta tertinggi Skotlandia pertama mereka dalam 66 tahun.
Jika berhasil menjadi juara, Hearts juga akan mengakhiri dominasi panjang Celtic dan Rangers di sepak bola Skotlandia.
Selama 40 musim terakhir, gelar liga selalu dimenangkan salah satu dari dua raksasa tersebut. Celtic mengoleksi 22 trofi, sementara Rangers meraih 18 gelar.
Tim terakhir di luar duo Old Firm yang mampu menjadi juara Liga Skotlandia adalah Aberdeen F.C. pada musim 1984/1985 di bawah pelatih legendaris Alex Ferguson.
Meski keunggulan mereka menipis, superkomputer Opta masih menempatkan Hearts sebagai favorit juara.
Berdasarkan simulasi terbaru terhadap 10.000 skenario musim, Hearts memiliki peluang 59 persen untuk memenangkan Scottish Premiership musim ini.
Namun, persentase tersebut turun cukup drastis dibandingkan sebelum pertandingan akhir pekan lalu, ketika peluang mereka masih mencapai 76,5 persen.
Di sisi lain, kemenangan Celtic atas Rangers membuat peluang klub Glasgow itu meningkat tajam menjadi 41 persen untuk mempertahankan gelar liga kelima secara beruntun.
Sebelum pekan ke-35 dimulai, kemungkinan Celtic menjadi juara menurut simulasi Opta hanya berada di angka 22,6 persen.
Seluruh perhatian kini tertuju pada pertandingan tengah pekan.
Hearts dijadwalkan menjamu Falkirk F.C., sementara Celtic akan bertandang menghadapi Motherwell F.C..
Hearts bahkan bisa langsung mengunci gelar juara apabila mereka menang dan Celtic kalah. Namun, kombinasi hasil lain akan membuat perebutan trofi berlanjut hingga pekan terakhir.
Menariknya, laga penutup musim menghadirkan duel langsung antara Celtic kontra Hearts di Celtic Park, pertandingan yang berpotensi menjadi laga “winner takes all”.
Meski memimpin klasemen, Hearts sebenarnya gagal memperlebar jarak setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Motherwell pada akhir pekan.
Dalam laga itu, Hearts sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Stephen Kingsley sebelum akhirnya diselamatkan gol Lawrence Shankland.
Namun hasil tersebut sekaligus memperlihatkan mentalitas kuat skuad asuhan Derek McInnes.
Musim ini, Hearts menjadi tim dengan raihan poin terbanyak setelah tertinggal lebih dulu dibanding klub lain di liga, yakni 20 poin. Lebih dari separuh jumlah tersebut bahkan diraih dalam lima pertandingan terakhir.
Secara statistik, Hearts sudah menghabiskan 248 hari di puncak klasemen sepanjang musim 2025/2026, jauh lebih lama dibanding Celtic yang hanya memimpin selama 33 hari.
Namun seluruh perjalanan panjang itu kini akan ditentukan hanya dalam lima hari terakhir kompetisi.
Dengan selisih satu poin, duel klasik, tekanan sejarah, hingga ancaman dominasi Celtic yang belum berakhir, perebutan gelar Scottish Premiership musim ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling dramatis dalam beberapa dekade terakhir.