INDOSPORT.COM - Laga panas antara West Ham United melawan Arsenal kembali memicu perdebatan besar soal penggunaan VAR di Liga Inggris. Gol penyeimbang West Ham pada menit akhir dianulir wasit setelah tinjauan VAR, keputusan yang kemudian menuai pro dan kontra dari penggemar, mantan pemain, hingga pengamat sepak bola.
Arsenal sukses membawa pulang kemenangan 1-0 di markas West Ham lewat gol Leandro Trossard pada menit ke-83. Hasil itu membuat tim asuhan Mikel Arteta semakin dekat dengan gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun terakhir.
Namun drama terjadi pada masa injury time babak kedua. West Ham sempat merasa berhasil mencetak gol penyama kedudukan lewat Callum Wilson. Akan tetapi, setelah pemeriksaan VAR yang cukup panjang, wasit Chris Kavanagh memutuskan membatalkan gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Pusat penyelenggara pertandingan Liga Inggris menjelaskan keputusan itu melalui pernyataan resmi.
“Setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan keputusan awal berupa gol untuk West Ham United. Pengumuman wasit: ‘Setelah peninjauan, pemain nomor 19 West Ham melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang. Keputusan akhir adalah tendangan bebas langsung.’”
Keputusan tersebut langsung memancing kemarahan kubu West Ham. Mereka bahkan disebut akan mengajukan keluhan resmi kepada PGMOL, badan pengelola wasit profesional Inggris.
Banyak pihak mempertanyakan mengapa pelanggaran hanya diberikan kepada pemain West Ham, sementara sejumlah pemain Arsenal juga terlihat saling menarik dan mendorong lawan di dalam kotak penalti.
Mantan wasit Liga Inggris, Dermot Gallagher, kemudian menjelaskan alasan utama VAR tetap membatalkan gol tersebut.
“Antara wasit dan VAR, mereka akhirnya membuat keputusan yang benar. Saat melihat tayangan ulang, ada begitu banyak hal yang terjadi dan harus diperhatikan. Yang terpenting adalah melihatnya berdasarkan urutan kejadian,” ujar Gallagher kepada Sky Sports.
Ia menilai pelanggaran pertama dilakukan pemain West Ham bernama Pablo terhadap Raya.
“Kalau dilihat, Pablo menaruh lengannya ke tubuh Raya dan menahannya. Tidak ada keraguan soal itu. Di belakangnya memang ada Declan Rice yang juga terlibat duel dengan Mavropanos, apakah itu penalti? Mungkin saja,” jelas Gallagher.
“Tetapi pelanggaran pertama jelas dilakukan Pablo kepada penjaga gawang. Karena itu keputusan membatalkan gol dianggap tepat.”
Manajer Arsenal, Arteta, juga memuji keberanian perangkat pertandingan yang mengambil keputusan kontroversial tersebut.
“Saat saya harus mengkritik mereka, saya lakukan itu. Tetapi hari ini saya harus memberi selamat kepada VAR,” kata Arteta.
“Anda membutuhkan keberanian besar untuk meminta wasit meninjau ulang situasi seperti itu. Ketika melihat tayangannya, tidak ada keraguan bahwa itu adalah pelanggaran yang jelas. Mereka sangat berani.”
Pelatih West Ham, Nuno Espírito Santo, justru memiliki pandangan berbeda. Ia menilai inkonsistensi keputusan wasit dan VAR semakin membingungkan pemain maupun pelatih.
“Dalam beberapa musim terakhir situasi seperti ini terus terjadi. Bahkan para wasit sendiri kadang tidak tahu mana pelanggaran dan mana yang bukan,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
“Hal itu menciptakan keraguan. Di setiap sepak pojok di Liga Inggris, situasi seperti ini selalu terjadi. Pemain menjadi bingung dan frustrasi karena mereka tidak memahaminya.”
Kontroversi VAR ini juga memunculkan usulan perubahan aturan baru. Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, meminta IFAB mempertimbangkan larangan pemain penyerang berada di area enam yard sebelum sepak pojok dieksekusi.
Menurut Cann, aturan itu diperlukan untuk mengurangi aksi tarik-menarik dan duel fisik berlebihan yang kini sering terjadi saat situasi bola mati.
“Saya merasa waktunya sudah tiba untuk perubahan aturan, di mana pemain penyerang tidak boleh berada di kotak enam yard sebelum sepak pojok dilakukan,” kata Cann.
“Hal itu akan menciptakan jarak alami dan memberi ruang bagi penjaga gawang, sehingga kita tidak terus-menerus memperdebatkan situasi seperti ini.”
Ia juga menyebut keputusan VAR pada laga West Ham kontra Arsenal sebagai salah satu keputusan terbesar dalam sejarah Premier League.
“Saya rasa tidak ada yang ingin berada di posisi Darren England di ruang VAR. Tetapi dia mengambil keputusan yang benar dan itu mungkin menjadi keputusan VAR terbesar dalam sejarah Premier League,” ujarnya.
Kemenangan ini membuat Arsenal unggul lima poin di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Dengan dua pertandingan tersisa, peluang The Gunners untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar kini semakin terbuka.