Liga Italia

Ultras Juventus Mengamuk, Tiket Liga Champions Kian Mustahil

Senin, 18 Mei 2026 02:02 WIB
Editor: Redaksi
© MARCO BERTORELLO / gettyimages
Para fans Juventus pun turut merayakan gelar juara yang diraih tim kesayangan mereka usai laga melawan Fiorentina di luar Stadion Allianz. Copyright: © MARCO BERTORELLO / gettyimages
Para fans Juventus pun turut merayakan gelar juara yang diraih tim kesayangan mereka usai laga melawan Fiorentina di luar Stadion Allianz.

INDOSPORT.COM - Kekalahan 0-2 dari Fiorentina memicu kemarahan besar suporter Juventus di Allianz Stadium, Minggu (17/05) waktu setempat. Hasil buruk itu membuat peluang Bianconeri lolos ke Liga Champions musim depan berada dalam ancaman serius jelang pekan terakhir Serie A.

Juventus sejatinya menatap laga ini dengan tekanan tinggi demi menjaga asa finis di empat besar klasemen. Namun, performa anak asuh Luciano Spalletti justru jauh dari harapan dan gagal menunjukkan karakter sebagai tim besar.

Peluit panjang berbunyi disambut gemuruh siulan keras dari tribune Allianz Stadium yang dipenuhi pendukung tuan rumah. Para fans secara terbuka meluapkan kekecewaan mereka kepada para pemain yang dianggap tampil tanpa semangat juang.

Menurut laporan media Italia Tuttosport, sebagian besar penonton meminta para pemain menunjukkan identitas sebagai penggawa Juventus. Atmosfer panas terasa sejak pertandingan usai, memperlihatkan betapa besar frustrasi publik Turin terhadap performa tim.

Aksi protes tidak berhenti di dalam stadion setelah laga berakhir dengan kekalahan memalukan tersebut. Sekelompok ultras kemudian berkumpul di luar arena sambil meneriakkan kecaman keras kepada pemain dan jajaran manajemen klub.

Teriakan seperti “Hormati warna kebesaran kami” dan “Kami adalah Juventus” menggema di sekitar stadion. Chant itu menjadi simbol kekecewaan mendalam atas performa tim yang terancam mengakhiri musim tanpa tiket Liga Champions.

Kondisi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Juventus yang sebelumnya menargetkan kembali ke kompetisi elite Eropa. Kini mereka tertinggal dua poin dari zona Liga Champions dengan hanya satu pertandingan tersisa musim ini.

Situasi semakin rumit karena nasib Juventus tak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Selain wajib meraih kemenangan pada laga terakhir, mereka juga harus berharap pesaing di atas tergelincir.

Juventus dijadwalkan menghadapi rival sekota Torino pada pekan penutup Serie A akhir pekan mendatang. Derby della Mole itu kini berubah menjadi laga hidup-mati bagi ambisi Si Nyonya Tua.

Kemenangan atas Torino menjadi harga mati jika ingin menjaga secercah peluang ke Liga Champions. Meski demikian, hasil positif saja belum cukup tanpa bantuan hasil buruk dari Como, AC Milan, dan AS Roma.

Tekanan besar kini mengarah kepada Luciano Spalletti yang belum mampu memberi stabilitas sejak dipercaya menangani tim. Kekalahan dari Fiorentina memperlihatkan masih banyak persoalan mendasar yang belum terpecahkan di skuad Juventus.

Jika gagal lolos ke Liga Champions, Juventus berpotensi mengalami pukulan finansial dan reputasi yang signifikan. Absennya mereka dari kompetisi tersebut akan menjadi kemunduran besar bagi proyek kebangkitan klub asal Turin itu.

Kini semua mata tertuju pada laga terakhir yang akan menentukan nasib musim Juventus secara keseluruhan. Satu kemenangan mungkin membuka harapan, tetapi mereka tetap membutuhkan keajaiban dari hasil pertandingan lain.