INDOSPORT.COM - FIFA kembali menghadirkan terobosan besar menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 yang kini tinggal hitungan pekan. Kali ini, badan sepak bola dunia itu meluncurkan inisiatif baru di luar lapangan demi meningkatkan kenyamanan seluruh penonton.
Turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu resmi menjadi kompetisi olahraga global pertama yang memperoleh sertifikasi Sensory Inclusive. Pengakuan tersebut diberikan oleh organisasi nirlaba internasional KultureCity.
Pencapaian ini menandai langkah besar FIFA dalam menghadirkan turnamen yang benar-benar inklusif bagi semua kalangan. Program tersebut memastikan pengalaman menonton lebih ramah bagi suporter dengan kebutuhan sensorik khusus.
Melalui kebijakan terbaru ini, seluruh stadion Piala Dunia 2026 akan dilengkapi ruang sensorik khusus. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi penonton yang berpotensi mengalami kelebihan rangsangan sensorik saat berada di lingkungan stadion.
Kelompok yang akan merasakan manfaat langsung dari fasilitas ini mencakup penyandang autisme, PTSD, gangguan kecemasan, demensia, hingga kondisi pemrosesan sensorik lainnya. Kehadiran ruang tersebut diharapkan menciptakan pengalaman menonton yang lebih aman dan nyaman.
Skala proyek aksesibilitas ini dinilai sebagai lompatan besar dalam sejarah penyelenggaraan ajang olahraga internasional. FIFA ingin memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati atmosfer sepak bola dunia.
Ruang sensorik tersebut dikembangkan bersama mitra komersial FIFA, Hisense. Setiap ruang dirancang khusus agar mampu membantu pengunjung menenangkan diri saat mengalami tekanan sensorik berlebih.
Fasilitas di dalamnya mencakup pencahayaan redup, tingkat kebisingan rendah, tampilan visual yang menenangkan, tempat duduk nyaman, serta perangkat sentuhan taktil. Semua elemen itu dirancang untuk membantu pengaturan emosi selama pertandingan berlangsung.
Yang membuat langkah ini istimewa adalah penerapannya dilakukan secara merata di seluruh 16 stadion tuan rumah. FIFA tidak menjadikannya sekadar simbol tambahan di beberapa venue tertentu.
Kebijakan ini memperlihatkan keseriusan FIFA dalam membangun standar baru aksesibilitas olahraga global. Semua stadion akan memiliki kualitas layanan sensorik yang setara.
Chief Operating Officer Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa sepak bola seharusnya bisa dinikmati siapa saja. Menurutnya, olahraga ini memiliki kekuatan menyatukan masyarakat lintas latar belakang.
“Sepak bola menyatukan dunia dan tujuan kami adalah membantu semua orang untuk berpartisipasi di dalamnya, baik sebagai pemain maupun penggemar,” ujar Schirgi. Pernyataan itu menegaskan filosofi inklusivitas FIFA.
Schirgi juga menyebut Piala Dunia 2026 sebagai turnamen pertama dalam sejarah yang memperoleh predikat Sensory Inclusive. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan sepak bola modern.
“Kami bangga karena Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang menerima penetapan Sensory Inclusive,” katanya. Ia menambahkan fasilitas tersebut akan membuat lebih banyak penggemar menikmati sepak bola secara langsung.
FIFA mengutip hasil riset yang menunjukkan sekitar 5 hingga 16,5 persen populasi mengalami kebutuhan pemrosesan sensorik tertentu. Kondisi itu sering kali menjadi hambatan besar untuk menghadiri acara olahraga skala masif.
Suasana stadion modern yang penuh sorakan, cahaya terang, gerakan masif, dan intensitas tinggi bisa memicu ketidaknyamanan signifikan. Karena itu, kehadiran ruang sensorik menjadi solusi yang sangat relevan.
Selain ruang khusus, FIFA juga menyediakan tas sensorik di berbagai area stadion. Tas ini berisi alat bantu yang dapat digunakan untuk meredakan tekanan sensorik selama pertandingan.
Pendukung juga akan memperoleh panduan social story multibahasa. Materi tersebut membantu penonton memahami alur pengalaman hari pertandingan sejak sebelum datang ke stadion.
Panduan itu dirancang agar suporter dapat mempersiapkan diri secara mental menghadapi situasi ramai dan dinamis. Dengan persiapan matang, pengalaman menonton akan terasa lebih terkendali.
Direktur Eksekutif KultureCity, Uma Srivastava, menyambut positif kolaborasi bersejarah ini bersama FIFA. Ia menilai semua penggemar berhak menikmati kegembiraan sepak bola tanpa hambatan.
“Kami percaya setiap penggemar pantas merasakan kebahagiaan, energi, dan koneksi dari Piala Dunia,” ujar Srivastava. Menurutnya, langkah FIFA ini akan menjadi inspirasi besar bagi industri olahraga global.
Ia juga menegaskan bahwa pengakuan Sensory Inclusive Tournament pertama ini merupakan tonggak monumental dalam dunia aksesibilitas olahraga internasional. Hal tersebut menjadi bukti nyata perubahan positif di level tertinggi.
Dengan hadirnya fasilitas ini, FIFA sekali lagi menunjukkan ambisinya menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling inklusif sepanjang sejarah. Sepak bola kini benar-benar bergerak menuju panggung global yang dapat dinikmati semua orang.