INDOSPORT.COM - FIFA resmi mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang menghadirkan siaran interpretasi bahasa isyarat di setiap pertandingan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar FIFA dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penggemar penyandang disabilitas.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis di situs resminya pada Jumat (22/05) waktu setempat, FIFA menegaskan inovasi tersebut dirancang agar semua pendukung dapat menikmati turnamen secara maksimal. Layanan itu berlaku baik bagi penonton yang hadir langsung di stadion maupun mereka yang menyaksikan dari rumah.
FIFA menilai pengalaman menikmati Piala Dunia harus bisa dirasakan semua kalangan tanpa terkecuali. Organisasi sepak bola dunia itu ingin memastikan tidak ada penggemar yang tertinggal dari kemeriahan pesta sepak bola terbesar sejagat.
“FIFA berdedikasi memastikan seluruh penggemar, termasuk penyandang disabilitas beserta keluarga dan teman-teman mereka, mendapatkan pengalaman terbaik di Piala Dunia tahun ini,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA. Pesan itu menegaskan arah baru FIFA menuju inklusivitas global.
Paket aksesibilitas yang diperluas ini merupakan pengembangan dari fitur-fitur yang sebelumnya diperkenalkan pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Saat itu, FIFA menghadirkan tas sensorik dan layanan komentar audio deskriptif untuk membantu penonton berkebutuhan khusus.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA menambahkan lebih banyak perangkat pendukung agar pengalaman menonton semakin nyaman. Beberapa di antaranya termasuk papan taktil dan layanan bantuan sensorik yang diperbarui.
Sorotan utama dari inovasi ini adalah hadirnya siaran langsung bahasa isyarat untuk seluruh pertandingan turnamen. FIFA menegaskan layanan tersebut tidak sekadar menerjemahkan komentar pertandingan secara konvensional.
Menurut FIFA, siaran bahasa isyarat dirancang agar mampu menangkap keseluruhan atmosfer pertandingan secara utuh. Hal ini bertujuan memberi pengalaman imersif bagi penggemar tunarungu maupun mereka yang memiliki gangguan pendengaran.
“Komentar bahasa isyarat melampaui interpretasi standar karena menghadirkan pengalaman mendalam bagi penggemar tunarungu dengan menerjemahkan seluruh energi pertandingan,” tulis FIFA dalam pernyataannya. Teknologi ini diharapkan mengubah cara penggemar menikmati sepak bola.
Para interpreter nantinya tidak hanya menyampaikan jalannya laga di lapangan. Mereka juga akan menerjemahkan detail emosional dan suasana lingkungan yang menjadi bagian penting dalam pengalaman menonton.
FIFA menjelaskan bahwa suara peluit wasit, reaksi suporter, hingga perubahan atmosfer stadion akan ikut disampaikan melalui ekspresi bahasa isyarat. Dengan begitu, penonton tunarungu tetap dapat merasakan intensitas pertandingan secara penuh.
FIFA juga telah menyusun cakupan regional untuk memastikan layanan ini relevan di setiap negara tuan rumah. Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat dan Kanada akan menggunakan American Sign Language atau ASL. Sementara laga-laga yang dimainkan di Meksiko akan menggunakan Mexican Sign Language atau LSM.
Pada fase gugur, mayoritas pertandingan akan tetap menggunakan ASL sebagai standar utama siaran. Namun FIFA juga menyiapkan penggunaan LSM untuk beberapa laga tertentu, terutama jika melibatkan negara-negara berbahasa Spanyol.
Para penggemar nantinya bisa mengakses layanan ini melalui aplikasi resmi Piala Dunia 2026. Caranya cukup memilih stadion tempat pertandingan berlangsung lalu membuka menu “Accessibility Services.”
Setelah itu, pengguna hanya perlu mengaktifkan opsi “Sign Language” untuk masuk ke siaran khusus tersebut. Fitur ini akan menampilkan feed langsung dengan interpreter profesional selama pertandingan berlangsung.
FIFA menilai inovasi ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menuju sepak bola yang lebih inklusif. Organisasi tersebut ingin memastikan Piala Dunia dapat diakses oleh audiens global yang lebih luas.
Langkah ini juga dinilai sebagai standar baru dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional modern. FIFA berharap federasi olahraga lain dapat mengikuti pendekatan serupa dalam meningkatkan akses bagi seluruh penggemar.
Piala Dunia 2026 memang diproyeksikan menjadi turnamen paling revolusioner dalam sejarah sepak bola. Selain format 48 tim dan tiga negara tuan rumah, aspek aksesibilitas kini menjadi perhatian utama penyelenggara.
Dengan kehadiran siaran bahasa isyarat di seluruh pertandingan, FIFA kembali menunjukkan ambisi besar mereka. Piala Dunia kini bukan sekadar milik pemain di lapangan, tetapi benar-benar milik semua orang.