INDOSPORT.COM - Arsene Wenger memberikan pesan khusus kepada Mikel Arteta jelang final Liga Champions antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain di Budapest akhir pekan ini. Mantan manajer Arsenal itu meminta Arteta tetap tenang dan mempertahankan kekompakan tim yang sudah dibangun sepanjang musim 2025-2026.
Laga final nanti menjadi momen bersejarah bagi Arsenal karena baru kedua kalinya mereka tampil di partai puncak Liga Champions sepanjang sejarah klub. Kesempatan pertama terjadi 20 tahun lalu saat Wenger masih menangani The Gunners, tetapi Arsenal kala itu kalah dari Barcelona di Paris.
Wenger percaya Arsenal memiliki peluang besar untuk akhirnya mengangkat trofi Liga Champions perdana mereka musim ini. Pria asal Prancis tersebut bahkan optimistis Arteta mampu mencapai sesuatu yang gagal ia raih ketika masih memimpin klub asal London Utara itu.
Dalam wawancaranya bersama Mirror, Wenger mengaku memiliki pesan sederhana namun penting untuk Arteta sebelum pertandingan final berlangsung. “Lakukan apa yang biasa Anda lakukan dan cobalah tetap santai, meskipun saya tahu itu mustahil,” ujar Wenger kepada Arteta.
Wenger juga menegaskan bahwa kepercayaan diri dan keyakinan penuh terhadap skuad menjadi faktor utama yang harus dijaga Arsenal menjelang laga besar tersebut. “Tanamkan keyakinan kuat kepada tim Anda,” kata Wenger dalam pernyataannya.
Menurut Wenger, Arteta merupakan sosok yang paling memahami karakter para pemain Arsenal saat ini dibanding siapa pun. “Dia tahu bagaimana melakukannya, dia mengenal para pemain lebih baik daripada saya, pertahankan kebersamaan tim yang sudah terlihat sepanjang musim dan itu akan cukup,” lanjut Wenger.
Pelatih legendaris Arsenal itu merasa perjalanan Arsenal musim ini memang layak diakhiri dengan gelar Liga Champions. Wenger menilai konsistensi permainan yang diperlihatkan Bukayo Saka dan kolega sepanjang musim menjadi bukti bahwa Arsenal pantas berada di level tertinggi Eropa.
“Saya merasa klub ini pantas mendapatkannya, musim ini pantas mendapatkannya dan konsistensi tim ini juga pantas mendapatkannya,” ucap Wenger. Ia menambahkan bahwa Arsenal perlahan membangun sejarah besar di Liga Champions hingga akhirnya berada di titik untuk menjadi juara Eropa.
Wenger mengenang bagaimana Arsenal dahulu tidak memiliki tradisi besar di Liga Champions ketika dirinya pertama kali datang ke klub. Namun dalam perjalanannya, Wenger berhasil membawa Arsenal tampil di Liga Champions selama 20 musim beruntun dan membangun fondasi kuat hingga saat ini.
“Ketika saya datang ke Arsenal, klub ini hampir tidak punya sejarah besar di Liga Champions,” ujar Wenger. “Kemudian kami lolos selama 20 musim berturut-turut dan sekarang puncak dari sejarah itu adalah menjadi juara,” sambung mantan pelatih AS Monaco tersebut.
Selain berbicara soal peluang Arsenal menjadi juara Eropa, Wenger juga menilai era dominasi Arsenal di Premier League perlahan mulai kembali terbentuk. Ia percaya Arteta mampu membawa Arsenal menjadi kekuatan utama Inggris secara konsisten dalam beberapa tahun ke depan.
Wenger memiliki hubungan spesial dengan Arteta karena dirinya yang membawa mantan gelandang Spanyol itu ke Emirates Stadium pada 2011 lalu. Selama berseragam Arsenal sebagai pemain, Arteta mencatatkan 150 penampilan dan sempat dipercaya menjadi kapten tim.
Mantan pelatih berusia 76 tahun tersebut menilai Arteta sejak dahulu memang memiliki karakter pemimpin yang sangat kuat di ruang ganti Arsenal. Wenger menyebut dedikasi dan kedisiplinan Arteta menjadi alasan utama dirinya memberikan ban kapten kepada pria asal Spanyol tersebut.
“Arteta memiliki komitmen total dalam dirinya,” ujar Wenger saat mengenang masa kerja sama mereka dahulu. “Saya menjadikannya kapten karena dia selalu sangat serius dan memiliki kepribadian, keyakinan kuat, serta wibawa yang kini sangat membantunya sebagai pelatih,” lanjutnya.
Wenger juga mengingat bagaimana Arteta sempat beberapa kali mengalami cedera serius ketika masih aktif bermain bersama Arsenal. Menurut Wenger, masa-masa sulit itu justru membuat Arteta semakin mencintai sepak bola dan akhirnya tertarik melanjutkan karier sebagai pelatih.
Cedera pada bagian betis yang dialami Arteta disebut Wenger menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier mantan anak asuhnya tersebut. Dari situ, Arteta mulai memahami pentingnya manajemen tim, motivasi pemain, dan menjaga semangat kolektif di ruang ganti.
Kini Wenger melihat perkembangan besar yang ditunjukkan Arteta sejak dipercaya menangani Arsenal beberapa tahun terakhir. Ia memberikan pujian khusus karena Arteta mampu menjaga fokus seluruh pemain meski harus menangani skuad besar dengan tekanan tinggi sepanjang musim.
“Saya memberi kredit kepada Arteta karena mampu menjaga semua pemain tetap fokus dan termotivasi,” kata Wenger. “Hal seperti itu tidak mudah dilakukan ketika Anda memiliki skuad besar dengan banyak pemain berkualitas,” sambungnya lagi.
Arsenal sendiri datang ke final Liga Champions dengan modal yang sangat positif setelah sukses meraih gelar Premier League musim ini. Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang Arsenal selama lebih dari dua dekade untuk kembali menjadi juara Liga Inggris.
Keberhasilan menjuarai Premier League diyakini meningkatkan mental dan rasa percaya diri para pemain Arsenal menjelang duel melawan PSG. Arteta juga disebut berhasil menciptakan atmosfer positif yang membuat para pemain tampil lebih matang dibanding beberapa musim sebelumnya.
Di sisi lain, PSG juga bukan lawan mudah karena klub asal Prancis tersebut datang dengan ambisi besar meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Namun Wenger yakin Arsenal memiliki keseimbangan permainan, kedalaman skuad, dan mentalitas yang cukup untuk menghadapi tekanan final.
Final Liga Champions di Budapest nanti diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah modern Arsenal. Jika berhasil menang, Arteta tidak hanya mempersembahkan trofi Liga Champions pertama bagi klub, tetapi juga melanjutkan warisan besar yang pernah dibangun Wenger di Emirates Stadium.