x

Napak Tilas via 5 Fakta Perjuangan Sepakbola Korea Utara

Rabu, 20 September 2017 17:59 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Arum Kusuma Dewi
Skuat Korea Utara.

Korea Utara masuk dalam negara yang memiliki begitu banyak larangan bagi rakyatnya dari beragam aspek kehidupan di sana.

Sebut saja larangan di sejumlah area mereka terkait sensor media seperti radio, televisi, jurnalisme, internet. Bahkan urusan gaya potongan rambut pun mereka turut dibatasi. 

Stadion Rungrado, Korea Utara.
Baca Juga

Sepakbola sendiri juga tak luput dari kekangan negara yang kini dipimpin oleh Kim Jong-un tersebut. Berikut INDOSPORT merangkum 5 hal yang menyelimuti kondisi sepakbola negeri Korea Utara.


1. Menyerupai Tentara

Skuat Korea Utara U-16.

Tim sepakbola Korea Utara berada di bawah naungan Asosiasi Sepak Bola Korea Utara yang sudah didirikan sejak 1945. 

Organisasi tersebut sama tertutupnya dengan negara yang menaunginya. Faktanya, presiden dari organisasi itu sendiri merupakan seorang jenderal angkatan darat Korea, Ri Yong-mu. 

Skuat mereka mengadopsi sikap seperti tentara. Hal tersebut dapat dilihat pada ajang Piala Asia AFC 2015, di mana mereka enggan banyak berbicara, baik ketika berjalan di terowongan menuju lapangan hingga saat mereka berlatih. 

Para pemainnya sendiri dilarang untuk terlibat dalam wawancara. Manajer media mereka adalah satu-satunya penghubung tim sepak bola itu pada dunia luar. 


2. Masalah Sanksi

Pendukung tim sepakbola wanita Korea Selatan dan Korea Utara.

Sanksi menjadi masalah yang dihadapi oleh sepakbola Korea Utara. Nuklir menjadi salah satu penyebab FIFA mengeluarkan denda sebesar 1,66 juta dolar AS kepada Asosiasi Sepakbola Korea Utara. 

Dana sepakbola Korea Utara dianggap akan mampu menjadi pendukung perluasan nuklir di negara tersebut, dan masuk dalam dana pengeluaran untuk pengembangan negara.

Urusan sanksi semacam itu akan membuat sepakbola Korea Utara semakin buruk. Sudah lama masalah itu menjadi akar dari problematika skuat negara tetangga Korea Selatan itu. 


3. Tak Selalu Suram

Deratan bendera kiri-kanan: Uzbekistan, Korea Selatan, AFC, India, dan Korea Utara.

Timnas Korea Utara tak selalu menjadi kambing hitam dalam sepakbola dunia. Negara tersebut memiliki pengalaman gemilang mereka usai mengalahkan Italia pada ajangan Piala Dunia di Inggris pada 1966 silam. 

Mereka mendapatkan posisi mereka di ajang bergengsi hingga di tingkat perempatfinal. Meski tak sampai final, para pemain mereka pulang ke tanah airnya dengan disambut bak pahlawan. 

Korea Utara juga semapt mencicipi kesuksesan mereka ketika tim mereka menjuarai AFC Challenge Cup tahun 2010 dan 2012.


4. Catatan Turnamen Terakhir

Skuat Korea Utara.

Butuh 44 tahun membawa Korea Utara untuk masuk dalam ajang Piala Dunia, setelah laga gemilang mereka pada 1966 silam. Turnamen tahun 2010 lalu, Korea Utara banyak menghadapi kekalahan saat melawan Brazil, dibantai habis oleh Portugal hingga mereka terhenti di posisi ke-32 klasemen turnamen itu. 

Dalam Piala Asia sendiri, Korea Utara mencatat posisi ke-4 dalam setiap laga pertama mereka di tahun 1980 dan posisi kedelapan pada turnamen selanjutnya. 

Mereka sendiri gagal lolos pada tahun 2000 dan 2004. Korea Utara sempat dilarang untuk berpartisipasi dalam turnamen yang digelar pada tahun 2007 setelah dinyatakan telah melakukan hal yang tidak semestinya. 


5. Perjuangan di Masa Depan

Korea Utara.

Masih banyak yang harus ditingkatkan untuk tim Korea Utara, dan tentunya hal tersebut berpotensi untuk membawa mereka menjadi raksasa sepakbola Asia. Namun, untuk memulai itu semua, dibutuhkan konsentrasi dan pengembangan yang berangkat dari sepakbola di tingkat lokal mereka.

Korea Utara memiliki harapan yang cerah melihat mereka mampu menempati posisi ketiga di Piala Asia Timur 2015 lalu. Skuat negara otoriter itu sendiri juga memberikan sebuah perjuangan yang lebih dari biasa saat kualifikasi Piala Dunia 2018. 

Dengan membangun pertunjukan yang menjanjikan, ditambah dengan mengasah pemain muda berbakat akan membawa nilai penting dalam usaha mengembangkan dunia sepakbola Korea Utara. 

Korea UtaraBola Internasional

Berita Terkini