x

Paolo Maldini, Sang One Man Club Milik AC Milan

Kamis, 19 Oktober 2017 12:24 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Paolo Maldini, legenda AC Milan.

Bagi para pencinta sepakbola sejati maupun Italia, tentunya telah mengetahui sosok legenda sepakbola bernama Paolo Maldini.

Pemain yang dapat berperan sebagai bek kanan maupun bek tengah ini memang telah memiliki banyak peran penting di dunia kulit bundar.

Entah itu level klub di AC Milan atau bagi negaranya sendiri, Italia di berbagai pertandingan bergengsi, seperti Piala Dunia maupun Euro Cup.

Baca Juga

Meski telah pensiun dalam waktu 8 tahun terakhir, namun nama Maldini tentu akan selalu menjadi panutan maupun inspirasi bagi para penerusnya di Negeri Spaghetti tersebut.

Pada Jumat (20/10/17) dini hari nanti, mantan klub Maldini, Milan akan menghadapi klub asal Yunanti, AEK Athens dalam pertandingan ketiga Grup D Liga Europa 2017/18.

Pastinya Maldini akan mendukung klub masa kecilnya tersebut dalam pertandingan nanti. Sebelum menyaksikan pertandingan klub yang bermarkas di San Siro itu, tentu tidak ada salahnya jika INDOSPORT akan membahas berbagai kisah tentang sejarah dari Maldini:


1. Awal dan Karier di Milan

Paolo Maldini saat debut pertama kali bersama AC Milan.

Paolo Maldini menjadi pesepakbola mengikuti jejak karier ayahnya yang juga merupakan pesepakbola, yakni Cesare Maldini.

Paolo Maldini mengikuti akademi Milan di tahun 1978, saat itu usianya masih 10 tahun dan ia mengenyam pendidikan di Milan junior selama 7 tahun yang berarti usianya telah siap masuk ke tim profesional, yakni 17 tahun.

Benar saja, pada tahun 1985 Maldini remaja berhasil masuk atau dipromosikan ke senior Milan pada bulan Januari 1985. Ia diberikan kepercayaan untuk menggunakan nomor keramat klub, yakni nomor 3. Nomor yang pernah digunakan oleh ayahnya, Cesare Maldini.

Meski berposisi sebagai bek, bukan berarti posisi tersebut tidak dapat membantu tim mencetak gol. Paolo Maldini sendiri memang turut mencetak gol untuk Rossoneri di setiap laga-laga tertentu, bahkan di saat-saat genting.

Total, Maldini telah mencetak 29 gol dalam 647 pertandingan di seluruh kompetisi untuk Milan. Gol perdananya terjadi saat melawan Como pada musim keduanya, yakni 1986/87. Menariknya, gol perdananya itu sukses memberikan kemenangan tipis 1-0 dalam laga tersebut.

Sementara gol terakhirnya tercipta saat musim 2007/08, kala Milan melawan Atalanta. Sayang, golnya tersebut tak mampu memberikan kemenangan bagi timnya yang harus takluk dengan skor 1-2.


2. Dari Pemain Penting hingga Menjadi Kapten

Paolo Maldini (kanan) saat pertama kali menjadi kapten AC Milan.

Perlahan tapi pasti, sejak berhasil dipromosikan ke tim senior. Dari bangku cadangan hingga menjadi pemain utama membuat karier Maldini di Milan terus meningkat.

Puncaknya adalah saat ia turut menyumbangkan gelar Serie A Italia perdananya untuk Rossoneri di musim 1987/88. Kala itu, Milan masih ditangani oleh pelatih legenda mereka, Arrio Sacchi.

Pada masa itu, selain mendapat persaingan yang tinggi dalam kubu Milan, Maldini juga mendapat banyak pelajaran berharga dari pemain-pemain senior Milan yang telah menjadi kuartet di sektor pertahanan, seperti Franco Baresi, Mauro Tassotti, Filippo Galli, serta pemain yang tak jauh berbeda dari usianya, yakni Alessandro Costacurta.

Di musim tersebut, Milan terbilang sebagai klub yang memiliki pertahanan terbaik di Italia, dengan catatan hanya kebobolan sebanyak 14 gol. Masuk era 90an, Milan yang telah menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih, Maldini mulai sering dimainkan sebagai pemain utama.

Terlebih pada musim 1991/92 silam, Maldini juga bagian dari kesuksesan Milan saat menjadi juara dengan status unbeaten alias tak terkalahkan. Saat itu, Milan mencatatkan 22 kemenangan dan 12 kali imbang. Julukan The Invicibles pun melekat kepada mereka di musim tersebut.

Pada musim 1996/97, dua pemain senior Milan, Franco Baresi dan Mauro Tassotti memutuskan untuk pensiun. Ban kapten pun kini melekat pada lengan Paolo Maldini di musim berikutnya, 1997/98. Sayangnya, debutnya sebagai kapten harus dilalui dengan perjalanan yang berliku-liku.

Meski demikian, berbagai kesuksesan mulai kembali mereka dapatkan saat akhir era 90an dan memasuki awal-awal tahun 2000an.

Maldini memutuskan untuk gantung sepatu di AC Milan pada tahun 2009 lalu. Permainan yang mulai lamban dan kerap cedera menjadikannya alasan untuk pensiun, di kala usianya telah menginjak 41 tahun.


3. Gelar di AC Milan

Paolo Maldini berperan dalam memberikan gelar Liga Champions 2006/07 untuk AC Milan.

Paolo Maldini membela AC Milan dari tahun 1985 hingga 2009. Artinya, nyaris selama 25 tahun, pemain berdarah Italia ini bermain bagi klub yang identik dengan warnah Merah-Hitam tersebut dan dirinya juga tidak pernah bermain untuk klub manapun.

Tidak heran, jika diriya juga pantas disebut sebagai One Man Club milik Rossoneri. Selama itu pula, Maldini turut menyumbangkan berbagai gelar bergengsi bagi Milan, total ada 23 gelar yang telah ia sumbangkan bagi tim Setan Merah dari Italia itu.

Rincianya adalah sebagai berikut

7 gelar Serie A Italia: 1987/88, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, 1998/99, 2003/04

5 gelar European Cup/Liga Champions: 1988/89, 1989/90, 1993/94, 2002/03, 2006/07

4 gelar Piala Super Eropa: 1989, 1990, 1994, 2003

3 gelar Piala Super Italia: 1992, 1993, 2004

2 gelar Intercontinental Cup (sekarang bernama Piala Dunia Antarklub): 1989, 1990

1 Coppa Italia: 2002/03

1 Piala Dunia Antarklub: 2007


4. Timnas Italia

Paolo Maldini saat membela Timnas Italia.

Paolo Maldini pertama kali membela Timnas Italia adalah di tahun 1986. Kala itu, ia dipanggil sang ayah, Cesare Maldini yang menangani Timnas Italia U-21. Kala itu, ia memainkan 12 pertandingan dan turut mencetak 5 gol dalam dua tahun.

Bersama Timnas Italia U-21, Maldini mendapatkan gelar runner up setelah takluk dari Spanyol U-21 di Europ Cup U-21 1986. Ia berhasil masuk ke tim senior Timnas Italia di tahun 1988, kala itu ia berpartisipasi saat melawan Yugoslovia dalam pertandingan persahabatan.

Pada Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat, Maldini dipercaya sebagai kapten yang juga kembali menjadi penerus dari Franco Baresi yang juga pensiun di Timnas Italia di tahun tersebut.

Kala itu, ia berhasil membawa Timnas Italia menjadi runner up. Mereka kalah dari Timnas Brasil di babak final melalui adu penalti. Sayangnya, menjadi juara dua merupakan prestasi terbaik Maldini di level Internasional, baik itu di ajang Piala Dunia maupun Euro Cup di tahun 2000.

Paolo Maldini memutuskan untuk pensiun di Timnas Italia pada tahun 2002 atau tepatnya setelah Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Kala itu, dirinya telah berusia 34 tahun dan Piala Dunia tersebut juga merupakan yang keempat baginya.

Andai Maldini masih mau bertahan, maka pastinya ia turut merasakan gelar juara dunia, karena pada tahun 2006, Timnas Italia sukses menjadi juaranya usai mengalahkan Prancis di partai final Piala Dunia yang digelar di Jerman.

ItaliaAC MilanPaolo MaldiniCesare MaldiniLiga Italia

Berita Terkini