x

10 Pemain Paling Produktif di Laga Derby della Madonnina

Sabtu, 3 Maret 2018 19:52 WIB
Penulis: Wira Wahyu Utama | Editor: Abdurrahman Ranala
Gatusso vs Figo

Sekedar menyegarkan kembali, Derby della Madonnina merupakan istilah lain untuk menyebut pertarungqan antara dua klub Sepakbola di Milan. Dalam hal ini AC Milan dan Inter Milan. Rivalitas keduanya sudah berlangsung lama, dan sarat dengan gengsi.

Baca Juga

Awal mulan perpecahan tim ini sejatinya dipicu oleh hal sepele,  apalagi kalau bukan persoalan 'Italia dan Non Italia'. AC Milan yang sudah berdiri pada tahun 1899 memang lebih mementingkan para pemain berdarah Italia sedangkan pemain asing (non Italia) kerap 'Dianak tirikan'. Karena itu, sebagian anggota tim memutuskan untuk mendirikan klub baru pada tahun 1908 yang diberi nama Internazionale Milano atau Inter Milan.

Pemain Inter Milan diapit dua Legenda Milan, George Weah dan Roberto Baggio 

Terlepas dari itu, rivalitas di atas lapangan kedua tim yang sama-sama menempati Stadion San Siro sebagai markas bersama ini terbilang selalu panas. Ratusan gol sudah tercipta dalam laga yang dikenal dengan sebutan Derby della Madonnina.

Berikut ini INDOSPORT kembali merangkum sepuluh pemain yang mencetak gol terbanyak dalam derby tersebut.


1. Louis van Hege (Milan) : 7 Gol

Louis van Hege

Van hege mencetak 97 gol dalam 88 penampilan bersama AC Milan dari tahun 1910 hingga 1915. Pemain berkebangsaan Belgia ini masuk dalam jajaran pemain paling produktif di laga Derby.

Ia sukses membukukan tujuh gol di derby della Madonnnia untuk Rossoneri. Saat itu, sebelum pecahnya perang dunia pertama, AC Milan memang mendominasi. Selain itu, Van Hege juga tercatat pernah meraih medali emas Olimpiade 1920 dan Olimpiade Musim Dingin 1932.


2. Benito Lorenzi (Inter) : 7 gol

Benito Lorenzi

Lorenzi adalah pemain kunci Inter Milan dalam memenangkan Scudetto berturut-turut pada tahun 1953 dan 1954. Pemain Timnas Italia ini tampil bagus di Derby della Madonnina dan memasukkan tujuh gol dari tahun 1947 sampai 1958.

Setelah menghabiskan sebagian besar karirnya dengan Inter dalam 314 penampilan (143 gol, Lorenzi mengakhiri karirnya dengan singkat di Alessandria, Brescia dan Varese.


3. Roberto Boninsegna (Inter) : 7 gol

Roberto Boninsegna

Boninsegna adalah tokoh kunci Inter pada awal tahun 70an. Ia mendapat dua trofi Capocannoniere (Sepatu emas) saat berada di Inter.

Pemain kelahiran Mantova ini dikenal dengan kemampuannya dalam duel udara meski bertubuh kecil. Boninsegna adalah ancamam nyata bagi Milan, terbukti tujuh gol pernah bersarang di gawang Rossoneri.


4. Jose Altafini (Milan) : 7 gol

Jose Altafini

Alfatini mendapat julukan 'Mazzola' karena penampilannya yang mirip dengan Valentino Mazzola. Ia sukses membukukan tujuh gol untuk Milan dalam laga Derby.

Alfatini sangat dicintai para penggemar Milan ketika tampil menakjubkan pada bulan Maret 1960. Kala itu, ia berhasil menampilkan aksi terbaik di Derby della Madonnina, saat mencetak empat gol dalam kemenangan 5-3 atas Inter Milan. Jose Alfatini diketahui memiliki kewarnegaraan ganda. Ia pernah mewakili Timnas Brasil dan Italia di pentas internasional.


5. Alessandro Altobelli - Inter: 7 gol

Alessandro Altobelli

Penyerang kelahiran Sonnino ini menghabiskan 11 tahun bersama Inter Milan. Ia juga tercatat pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Gli Azzuri. 

Altobelli menjadi favorit para penggemar Inter setelah berhasil mencetak gol indah melawan Milan. Ia mencetak gol dengan tumit (bagian kaki) ke gawang Milan, Enrico Albertosi pada tahun 1979.


6. Enrico Candiani – Inter 7 Gol ; AC Milan 3 Gol

Enrico Candiani

Candiani memulai karier di Inter pada 1938. Ia meraih scudetto pada 1940 dan merupakan salah satu pemain kunci Nerazzuri. Namun setelah sukses bersama Inter Milan,ia hengkang ke Juventus. Tak lama bersama Juventus, Candiani memutuskan kembali ke Milan, bukan sebagai pemain Inter melainkan AC Milan.

Nah, bersama Rossoneri ia juga sukses membukukan tiga gol pada laga derby tersebut. Tiga gol itu terbilang luar biasa mengingat posisi Candiani adalah seorang gelandang. Dengan kata lain, Candiani mencetak 10 gol sepanjang kariernya di ajang Derby della Madonnina untuk kedua tim.


7. Istvan Nyers – Inter 11 Gol

Istvan Nyers

Pemain Timnas Hungaria ini merupakan salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Serie A. Ia mencetak 133 gol dalam 182 pertandingan untuk Inter antara tahun 1948 dan 1954.

Keganasannya di depan mulut gawang, bisa dilihat dalam torehan golnya ke gawang AC Milan. Sepanjang klariernya ia mencetak 12 gol, Milan meurpakan sasah satu korban favoritnya.

Ia juga pernah mencetak hattrick yang menakjubkan melawan padda bulan November 1953. Winger ini menjadi pemain kedua non-Italia yang memenangkan mahkota Capocannoniere pada musim debutnya pada 1948, setelah rekan senegaranya Ferenc Hirzer.


8. Gunnar Nordahl – AC Milan 11 Gol

Kiri-kanan: Gunnar Nordahl, Nils Liedholm, dan Gunnar Gren.

Pemain Timnas Swedia memenangkan Capocannoniere lima kali bersama AC Milan. Ia juga masuk dalam dafatar pemain asing yang sukses di Serie A.

Pada Derby della Madonnina, Nordahl mencetak sebelas gol pada 1949-1956. Namun, dalam 14 pertandingan derbi, Nordahl hanya empat kali merasakan kemenangan.


9. Giuseppe Meazza (Inter 12 Gol ; AC Milan 1 Gol)

Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza merupakan salah satu tokoh sepakbola Italia yang sukses. Meazza juga bisa dibilang sukses menengahi rivalitas kedua tim ini. Bagaimana tidak, namanya bahkan sampai digunakan sebagai nama lain dari Stadion San Siro.

Meazza mencetak 12 gol saat berseragam Inter Milan dan satu gol saat bersama AC Milan di ajang Derby della Madonnina. Meazza mendominasi sepakbola Italia pada tahun 1930an. Setelah 13 tahun bersama Inter Milan, Meazza hengkang ke AC Milan.


10. Andriy Shevchenko – AC Milan 14 Gol

Andriy Shevchenko

Striker Timnas Ukraina ini mencetak 14 gol pada periode 1999-06. Shevchenko juga berhasil mencetak Brace pada bulan bulan Mei 2001,  dimana dua gol itu turut menentukan keberhasilan Milan menang telak 6-0 atas Inter Milan.

Schevchenko memang merupakan mesin gol bagi AC Milan dalam periode awal tahun 2000an. Keganasannya di lini depan Rossoneri tak perlu diragukan lagi. Hanya Gunnar Nordahl yang berhasil melampui torehan gol Shevchenko di Milan. Meski demikian, untuk laga Derby della Madonnina, dia adalah legendanya.

Serie A ItaliaAC MilanInter MilanAndriy ShevchenkoDerby Della MadonninaGiuseppe MeazzaLegenda OlahragaLiga Italia

Berita Terkini