Milan Belum Tamat, Ini 5 Comeback Dramatis di Pentas Eropa
Arsenal berhasil mengejutkan publik San Siro setelah mencuri dua gol saat menghadapi raksasa Serie A, AC Milan, di leg pertama babak 16 besar Liga Europa, Jumat (09/03/18) dini hari tadi. Bermain sebagai tim tamu, The Gunners berhasil menunjukan permainan efektif dengan tak memberi ampun pada kelengahan yang diciptakan pertahanan Milan.
Dua gol yang memberi kemenangan untuk The Gunners dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan dan Aaron Ramsey, masing-masing di menit ke-15 dan menit ke-45. Kekalahan ini pun membuat langkah Milan untuk melaju lebih jauh di Liga Europa semakin berat.
Akan tetapi, walau kalah di leg pertama, Milan masih memiliki leg kedua yang harus dimainkan di markas Arsenal di Emirates Stadium. Untuk bisa lolos, Milan setidaknya harus mencetak tiga gol ke gawang Arsenal. Tentunya ini sebuah misi yang sulit. Namun, hal itu bukan berarti Milan telah habis. Sejarah mencatat, terdapat banyak laga-laga di pentas Eropa yang diwarnai comeback dramatis. Laga apa saja itu? Berikut INDOSPORT telah merangkum 5 laga comeback dramatis yang pernah terjadi di pentas Eropa.
1. Barcelona vs Chelsea (Perempatfinal Liga Champions 1999/00)
Barcelona bertemu dengan Chelsea di perempatfinal Liga Champions Eropa tahun 1999/00. Dalam duel dua tim besar Inggris tersebut, Chelsea mendapat keuntungan setelah menggondol kemenangan 3-1 di London atas Rivaldo dkk. Memiliki marjin dua dol menjadikan Chelsea penuh percaya diri menatap laga kedua di Camp Nou.
Namun, hal yang terjadi benar-benar berkebalikan. Alih-alih lolos, Chelsea justru dicukur Barcelona 5-1. Agregat gol pun menjadi 6-4 untuk keunggulan Barcelona.
2. Real Madrid vs AS Monaco (Perempatfinal Liga Champions 2003/04)
Pertandingan ini mungkin menjadi salah satu pertandingan paling mengesalkan yang pernah dialami oleh fans Madrid. Bermain di depan publik sendiri pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2003/04, Madrid berhasil menang 4-2. Gol-gol Madrid kala itu diciptakan oleh Giuly dan Raul Gonzales.
Namun, malapetaka terjadi di leg kedua di markas Monaco. Sempat di atas angin dengan gol tambahan dari Raul Gonzales, Madrid tersungkur setelah dikandaskan 3-1 oleh Monaco. Kala itu gol Monaco dicetak oleh Gael Givet dan Fernando Morientes. Monaco pun lolos ke semifinal dengan keunggulan produktivitas gol tandang.
3. Arsenal vs Milan (Babak 16 Besar Liga Champions 2011/12)
Mungkin pertandingan ini bisa dijadikan inspirasi terbesar bagi Milan untuk lolos di leg kedua Liga Europa nanti. Ternyata, AC Milan pernah melakukan comeback fantastis dari Arsenal dalam laga Liga Champions musim 2011/12.
Bermain di depan publik sendiri, Arsenal berhasil mencuri kemenangan dengan skor mencolok, 3-0, atas AC Milan. Gol-gol Arsenal kala itu dicetak oleh Koscielny, Van Persie, dan Rosicky. Tentu saja margin gol itu membuat para pengamat mau pun suporter sepakbola jauh mengunggulkan Arsenal untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, semua prediksi itu runtuh seketika ketika Milan berhasil mengembalikan keadaan dengan mencetak empat gol tanpa balas di San Siro. Gol-gol Milan dicetak oleh Boateng, Ibrahimovic, dan Robinho. Milan pun melenggang ke perempatfinal dengan agregat 4-3.
.
4. Barcelona vs PSG (16 Besar Liga Champions 2016/2017)
PSG berhasil membuat kejutan besar setelah berhasil mencukur salah satu tim terbaik dunia, Barcelona, empat gol tanpa balas. Dengan modal kemenangan 4-0, PSG menatap laga leg kedua di Camp Nou dengan kepercayaan diri tinggi.
Namun, takdir berkata lain. Edinson Cavani dkk harus menelan pil pahit karena Barcelona kembali menunjukan kelasnya sebagai tim terbaik dunia dengan kemenangan besar 6-1 atas PSG. Neymar menjadi bintang malam itu.
5. Chelsea vs Napoli (16 Besar Liga Champions 2011/12)
Chelsea sempat merasakan keangkeran markas Napoli, San Paolo, di leg pertama Liga Champions musim 2011/12. Ivanovic dkk ditekuk 3-1 oleh tim asuhan Walter Mazzarri kala itu. Akan tetapi, pada laga leg kedua, Chelsea menunjukan kelasnya sebagai tim besar Eropa. Michael Essien dkk berhasil memaksa Napoli bermain hingga ke perpanjangan waktu. Bek Chelsea, Ivanovic, pun menjadi penentu dengan golnya di menit ke-105. Chelsea lolos dan menjadi juara di musim tersebut.