Pasca Kelahiran Putra Ketiga, Kapten Madrid Jadi Lebih Sensitif soal Kelahiran Bayi
Kapten Real Madrid dan duta besar Komite Nasional UNICEF di Spanyol Sergio Ramos menyambut putra ketiga mereka dan ingin menandai hari itu dengan merefleksikan bayi yang kurang beruntung.
Sergio Ramos dan pasangannya Pilar Rubio tengah berbahagia meyambut kelahiran putra ketiganya yang diberi nama Alejandro pada hari Minggu (25/03/18).
Ditengah kebahagiaan mereka, Ramos tidak lupa memikirkan bayi-bayi baru lahir yang meninggal setiap hari karena penyebab yang dapat dihindari. Ia pun merefleksikannya ke sebuah unggahan Instagram dengan catatan yang menyetuh hati penggemarnya.
Sergio Ramos menjadi duta UNICEF selama beberapa tahun belakangan ini. Ia dan keluarganya berkolaborasi dengan UNICEF untuk bisa melanjutkan menyelamatkan kehidupan para bayi yang kurang beruntung.
- RESMI! Ardi Idrus Jadi Pemain Baru Persib dan Warisi Nomor Punggung Vujovic
- Meski Tak Masuk Skuat, Persib Tetap Penuhi Hak Essien
- Adu Juggling dengan Beckham, Ini Sosok Reno Salampessy, Bocah Papua Jebolan Akademi Barcelona
- Ini Pernyataan Resmi Persib Tanggapi Nyanyian Rasis Oknum Pemain Persija ke Bobotoh
- Hasil Lengkap NBA: Cavs Tikam Hornets, Celtics Susah Payah Kalahkan Jazz
1. Ungkapan Hati Ramos
Dalam akun di Instagram-nya (@sergioramos) pada hari Rabu (28/03/18) malam tadi, Sergio mengungah dua foto. Ia dan pasangannya Pilar Rubio, Marco dan Sergio Jr. yang masih berusia balita dan Alejandro di dalam gendongan Rubio.
Ia pun menuliskan kata-kata yang menyentuh hati para penggemarnya: “Alejandro telah lahir dengan kuat dan sehat dan membuat kami sangat bahagia. Namun kami tidak bisa melupakan 7.000 anak yang tidak beruntung dan mati karena penyebab yang bisa dihindari.”
“Ini sangat membuatku sedih. Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja!” tegas Ramos.
2. Angka Kematian Bayi
Menurut laporan UNICEF baru-baru ini, 7.000 bayi baru lahir meninggal setiap hari yang setara dengan 2,6 juta kematian per tahun. Bayi yang lahir di daerah paling berbahaya di dunia kemungkinan untuk meninggal 50 kali lebih besar daripada mereka yang lahir di daerah teraman.
Dilansir dari Marca, sebagian besar kematian ini dapat dihindari. Lebih dari 80 persen disebabkan oleh kelahiran prematur, komplikasi saat persalinan, atau infeksi seperti pneumonia atau sepsis.
3. Mendukung program UNICEF
Ramos melalui Instagramnya juga mengumpukan program yang sedang berlangusng untuk membalikkan situasi ini.
“Kami ingin berbagi momen emosional ini bagi kita dengan mengajak orang-orang untuk mengetahui kenyataan ini, untuk terus mendukung program kelangsungan hidup anak-anak UNICEF dan untuk terus menyelamatkan hidup anak-anak yang baru lahir,” lanjutnya.
Februari lalu, UNICEF meluncurkan kampanye 'Every Life Counts', sebuah inisiatif global untuk memberikan solusi atas bayi-bayi yang baru lahir di dunia.