x

Piala Dunia 2018: Kisah Gareth Southgate yang Nyaris Gagal Jadi Pesepakbola

Senin, 11 Juni 2018 09:34 WIB
Editor: Abdurrahman Ranala
Gareth Southgate, Pelatih Timnas Inggris.

Pada tahun 2016 lalu, Timnas Inggris mendapat kritikan karena memilih Gareth Southgate sebagai pelatih. Southgate dianggap kurang mumpuni dibandingkan dengan para pendahulunya di skuat The Three Lions seperti Sven-Goran Eriksson, Roy Hodgson, atau Fabio Capello

Southgate dianggap kurang pengalaman untuk melatih Timnas sebesar Inggris. Sebelum melatih Timnas Inggris senior, Southgate hanya melatih Middlesbrough dan Timnas Inggris U-21. Maka tak heran jika ia diragukan. 

Namun bukan sekali itu saja Gareth Southgate diragukan. Saat masih merintis karier sebagai pemain, Southgate juga diragukan. 

Baca Juga

1. Ditolak Southampton, Nyaris Didepak Palace

Sejumlah tamu undangan sudah hadi di Istana Kremlin, salah satunya pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate.

Gareth Southgate ditolak di Southampton dan menghadapi nasib yang  kurang baik di Crystal Palace. Southgate nyaris didepak dari Palace. 

Bahkan Alan Smith pelatih tim junior Crystal Palace saat itu berkata jika penampilan Southgate tak membaik, Southgate lebih baik berhenti main sepakbola dan menjadi agen perjalanan. 

"Saya memang bicara begitu kepada Southgate. Tapi saya memperlakukan semua pemain dengan perlakuan yang sama saat itu. Di sana memang akademi yang keras. Jika kamu tak menyadarinya, kamu dalam masalah," kata mantan pelatih Southgate di Crystal Palace, Alan Smith. 

"Dia menerima apa yang saya katakan. Dia selalu menjadi atlet yang baik dan memastikan untuk unggul di segala bidang. Akhirnya, ia menjadi kapten tim," kenang Smith. 


2. Karier Tak Mulus

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate.

Karakter Gareth Southgate terbentuk dari seringnya ia menghadapi situasi sulit saat masih menjadi pemain dan merintis karier sebagai pelatih. 

"Gareth selalu diremehkan, sebagai pemain dan sebagai pelatih. Sampai sekarang," lanjut Smith. 

"Dia ditolak oleh Southampton, harus berjuang keras di Crystal Palace, dia sangat terpukul saat dipecat dari Middlesbrough. Semua itu membuatnya takut, namun membuatnya menjadi lebih tangguh. Tak ada yang mudah."


3. Blunder di Timnas

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate.

Southgate pernah menjadi sorotan di EURO 1996. Inggris yang menjadi tuan rumah digadang-gadang mampu menjadi juara. Namun The Three Lions harus takluk di babak semifinal. 

Inggris kalah dengan skor 6-5 dalam babak adu penalti melawan Jerman. Southgate yang menjadi penendang ke-6, gagal melaksanakan tugasnya. Dan Jerman berhak melaju ke partai final dan menjadi juara. 

20 tahun kemudian, Southgate dipercaya menjadi pelatih Timnas Inggris. Southgate memiliki cara sendiri dalam memilih pemain untuk skuatnya, nama besar atau kebintangan pemain tak jadi ukuran. 

Southgate lebih memilih pemain dengan loyalitas dan semangat membara untuk membela Tim Nasional. Maka nama-nama seperti Joe Hart, Chris Smalling, atau Jack Wilshere, Adam Lallana, dan James Milner pun tak dipanggil ke Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2018.

"Dia hanya mau pemain yang menginginkan bermain di Timnas dan menikmatinya. Para pemain mempercayainya, sebagian dari mereka juga bersama Southgate di Timnas U-21."

Berikut jadwal siaran langsung Piala Dunia 2018. 

Ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA

InggrisCrystal PalaceMiddlesbroughPiala Dunia 2018Gareth SouthgateInggris U-21Euro 1996

Berita Terkini