x

5 Penyebab Barcelona Mustahil Juara Liga Champions 2019/20

Jumat, 13 September 2019 16:08 WIB
Editor: Coro Mountana
Lionel Messi tertunduk lesu setelah gawangnya kebobolan.

INDOSPORT.COM – Menjelang dimulainya Liga Champions 2019/20 pada pertengahan pekan depan, Barcelona dianggap mustahil menjadi juara, mengapa?

Tak terasa gelaran Liga Champions 2019/20 akan segera digelar, sejumlah pecinta sepak bola pun mengungkapkan jagoannya untuk menjadi juara. Tak terkecuali legenda Inter Milan, Wesley Sneijder yang menyebut jagoannya di Liga Champions musim ini.

Baca Juga

“Sulit untuk mengatakan (klub yang akan menjadi juara) karena musim ini baru saja dimulai. Jadi saya sedikit ragu. Tapi jika melihat hasil musim lalu, Barcelona dan Liverpool adalah tim favorit,” ungkap Sneijder dikutip dari Football Italia.

Baca Juga

Sneijder menyebut nama Barcelona sebagai salah satu favorit, tapi sebenarnya ada sejumlah faktor yang justru dapat mengkontra pernyataan legenda Inter Milan. Setidaknya ada 5 penyebab Barcelona mustahil juara Liga Champions, apa saja itu?


1. Ernesto Valverde ‘Miskin Taktik’

Valverde, sang pelatih klub raksasa Catalan

Pertama ada di faktor pelatih Barcelona, Ernesto Valverde yang selama ini dianggap sebagai si ‘miskin taktik’. Maksudnya adalah Ernesto Valverde selama ini selalu hanya membuat Barcelona kerap bermain dengan gaya pragmatis.

Padahal dengan materi pemain bintang seperti Lionel Messi, Antoine Griezmann, hingga Luis Suarez, seharusnya Barcelona dapat bermain lebih atraktif. Padahal dengan gaya pragmatis, Barcelona terbukti gagal menjadi juara di dua edisi terakhir Liga Champions.

Andai di musim ini, Barcelona kembali bermain dengan gaya pragmatis sesuai arahan Valverde, rasanya sangat sulit bagi tim untuk menjuarai Liga Champions. Kecuali Valverde mau memperkaya wawasan taktiknya dengan bermain atraktif, mungkin Barca bisa juara.

Ketergantungan Lionel Messi Begitu Menahun

Pemain megabintang sekaligus kapten Barcelona, Lionel Messi tak percaya timnya dibantai 0-4 oleh Liverpool.

Tak bisa dipungkiri Lionel Messi merupakan pemain bintang andalan Barcelona yang paling diharapkan dapat membawa tim menjadi juara Liga Champions. Memang tak ada yang perlu diragukan dari kemampuan Lionel Messi.

Akan tetapi berkat kehebatan Lionel Messi juga, membuat Barcelona justru menjadi ketergantungan terhadapnya. Tentu ini buruk karena ketika Lionel Messi absen atau dimatikan oleh tim lawan, maka itu akan menjadi petaka bagi Barcelona.

Terbukti dari 3 laga awal LaLiga Spanyol tanpa Messi, Barcelona hanya mampu meraih satu kemenangan saja. Jika ketergantungan terhadap Messi tidak bisa diatasi, rasanya mustahil Barcelona bakal juara Liga Champions.


2. Pertahanan yang Buruk

Kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen tertunduk lesu usai gawangnya dibobol empat kali oleh pemain Liverpool sekaligus dipastikan gagal ke babak final Liga Champions 2018/19.

Barcelona sudah gagal meraih gelar Liga Champions dalam 3 musim terakhir dikarenakan lini pertahanan yang sangat buruk. Sebagai contoh pada Liga Champions 2015/16, Barcelona tersingkir oleh Juventus setelah kalah di leg pertama dengan skor 0-3.

Semusim berikutnya, Barcelona kembali tersingkir usai kalah 0-3 dari AS Roma di leg kedua perempatfinal. Yang teranyar di musim lalu, Barcelona gagal juara Liga Champions setelah kalah 0-4 dari Liverpool di semifinal leg kedua.

Kekalahan telak itu tentu tak boleh terjadi lagi andai Barcelona memang serius mengincar gelar Liga Champions musim ini. Tapi di 3 laga awal musim ini tampaknya pertahanan Barcelona masih keropos dengan tanpa pernah clean sheets (kebobolan 5 kali).


3. Kebangkitan Tim-tim Liga Inggris

Potret keberhasilan Liverpool juara Liga Champions usai menaklukan Tottenham dengan skor 2-0 tanpa balas. Michael Regan/Getty Images

Kebangkitan tim-tim Liga Inggris juga menjadi salah satu penyebab Barcelona bisa mengalami kesulitan untuk merengkuh gelar Liga Champions. Bagaimana tidak, Barcelona saja musim lalu dikalahkan oleh Liverpool di semifinal.

Tak hanya Liverpool, tim Inggris lainnya juga saat ini sedang mengalami perkembangan yang signifikan seperti Manchester City, Tottenham Hotspur dan Chelsea. Dibutuhkan usaha ekstra keras bagi Barcelona andai mereka dihadang oleh tim-tim Inggris.

Meski di babak grup Barcelona tak bertemu dengan tim-tim Inggris, tapi bukan tidak mungkin mereka akan bertemu di fase gugur.

Tak Punya Sosok Bek Kanan Sebaik Dani Alves

Kebersamaan Neymar dan Dani Alves saat masih sama-sama membela Barcelona.

Terakhir sejak kehilangan Dani Alves, sangat jelas terlihat kalau titik lemah Barcelona ada di posisi bek kanan. Hingga saat ini masih belum ada sosok pemain yang dapat menggantikan peran sebagai bek kanan sesempurna Dani Alves.

Nelson Semedo yang menghuni posisi sebagai bek kanan memang memiliki kecepatan yang cukup baik. Akan tetapi statistik tak bisa berbohong kalau sesungguhnya kontribusi Nelson Semedo masih belum mampu menyamai pencapaian Dani Alves.

Di musim lalu saja, Nelson Semedo hanya sanggup memberikan sumbangsih 1 gol dan 3 assists bagi Barcelona. Rasanya, Nelson Semedo di musim ini perlu bermain lebih agresif dalam membantu serangan Barcelona, jika tidak rasanya mustahil untuk juara Liga Champions.

LiverpoolDani AlvesBarcelonaLionel MessiLiga ChampionsErnesto ValverdeTRIVIA

Berita Terkini