x

Termasuk Lahirnya 'The New Iniesta', Ini 5 Catatan Penting di Laga Juventus vs Barcelona

Kamis, 29 Oktober 2020 14:19 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Berikut 5 catatan penting yang tersaji pasca Barcelona melumat tuan rumah Juventus di laga kedua grup G Liga Champions 2020/21.

INDOSPORT.COM – Laga kedua grup G Liga Champions 2020/21 mempertemukan 2 tim papan atas, Juventus vs Barcelona. Di laga ini, Blaugrana mampu menumbangkan tuan rumah dengan skor 2-0.

Di laga yang berlangsung di Juventus Stadium, tuan rumah nampak kesulitan memainkan permainan terbaiknya. High Pressing yang dibuat Barcelona meembuat Bianconeri banyak memainkan bola panjang.

Selain itu, lini pertahanan Juventus dibuat kocar kacir dengan trio Lionel Messi, Ousmane Dembele dan Antoine Griezman. Hal ini terlihat dari passing-passing serta umpan daerah yang secara leluasa dilepaskan Barcelona.

Baca Juga
Baca Juga

Tak ayal, tumbangnya Juventus secara permainan dan hasil akhir membuat kritikan tajam mengarah ke sosok Andrea Pirlo. Pria yang kini melatih Bianconeri ini mendapat sorotan karena dianggap salah menerapkan strategi.

Formasi 4-2-3-1 yang dimainkannya tak mampu meredam pergerakan Messi yang ada berpusat sebagai nomor 10. Double Pivot Adrien Rabiot dan Rodrigo Bentacur tak cukup mengatasi kreatifitas Barcelona yang berpusat pada La Pulga.

Kreatifitas Messi bahkan terlihat dari gol Dembele di babak pertama. Umpan panjangnya mampu diselesaikan dengan baik lewat sepakan keras kaki kanan yang sempat membentur pemain Juventus sebelum gol masuk ke gawang Si Nyonya Tua.

Baca Juga
Baca Juga

PR besar menanti Pirlo selaku pelati Juventus. Untuk mengamankan posisinya, ia harus segera mencari cara dan formasi terbaiknya sebelum pemecatan ia terima di awal karier kepelatihannya.

Terlepas dari hal tersebut, terdapat 5 hal penting yang bisa dipetik dari laga Juventus vs Barcelona ini. Berikut INDOSPORT rangkum dalam poin-poin di bawah ini.

1. Lahirnya ‘The New Iniesta’ pada Sosok Pedri

Barcelona nampaknya tak perlu menunggu lama untuk mendapatan penerus Andres Iniesta. Hal ini terlihat dari sepak terjang penggawa muda anyarnya, Pedro Gonzalez atau Pedri.

Pemain berusia 17 tahun ini dipercaya oleh Ronald Koeman bermain sebagai starter di laga melawan Juventus. Pengaruhnya di lini tengah terlihat bak Iniesta yang mampu melewati lawan dengan mudah.

Pedri tercatat mencetak drible sukses hingga 90 persen dan menyamai catatan Messi di laga ini. Atribut itu sama dengan yang dimiliki Iniesta sebagai pembawa bola (Ball Carry) dan penghancur lini kedua lawan.


1. 2. Lahirnya (Kembali) Ousmane Dembele

Andrea Pirlo dalam debut perdana sebagai pelatih kepala Juventus di Serie A Italia.

Musim 2020/21 akan menjadi musim yang membahagiakan untuk Ousmane Dembele. Pemain asal Prancis ini seakan terlahir kembali setelah berkutat dengan cedera di waktu yang lama.

Laga melawan Juventus nampak seperti laga penebusannya setelah lama absen dari rumput hijau. Di laga ini, Dembele mampu mencetak 1 gol dan melakukan 5 dribel sukses dengan 100 persen akurasi tembakan selama 66 menit bermain.

3. Miralem Pjanic: Playmaker Sempurna untuk Double Pivot Barcelona

Sebelumnya, duet Sergio Busquets dan Frenkie de Jong dianggap tidak berjalan baik sebagai Double Pivot. Hal ini tak lepas dari kualitas keduanya sebagai pengatur tempo permainan.

Namun di laga Juventus, Koeman memainkan Miralem Pjanic untuk menjadi pelengkap De Jong sebagai penghubung lini belakang dan lini depan.

Kemampuan Pjanic dalam bertahan dan juga kemampuannya melepaskan umpan pendek cepat mampu dimanfaatkan dengan baik. Dari sinilah De Jong bisa leluasa mengalirkan bola ke lini depan.

4. Pelajaran Berharga Andre Pirlo

Seperti yang telah disebutkan di atas, Andrea Pirlo mendapat pelajaran berharga di laga ini. Secara permainan, ia ditumbangkan oleh Koeman dan Barcelona.

Taktiknya untuk memutus High Pressing Barcelona tak berjalan baik. Bahkan dalam 60 menit pertandingan, Juventus bak hilang arah dan miskin kreatifitas di lini depan karena terputusnya aliran bola di kaki para pemain Barcelona.

5. Alvaro Morata: Teman Akrab VAR

Andai tak ada VAR, mungkin Alvaro Morata telah mencetak hattrick dan membawa Juventus menang atas Barcelona.

Entah bagaimana ceritanya, 3 gol Morata harus dianulir oleh VAR. Alasannya adalah Offside. Ia seakan terjebak dalam perangkap Offside Barcelona dan tak dapat mencari celah untuk mencetak gol.

Tentu bukan hal mengejutkan. Sejak dahulu, bukannya Morata juga selalu akrab Dan kerap terjatuh dalam jebakan Offside?

BarcelonaLiga ChampionsAndrea PirloJuventusAlvaro MorataMiralem PjanicOusmane DembeleSepak BolaBerita Liga Champions Eropa

Berita Terkini