x

Suporter Sudah Ikhlas, Sejumlah Pihak Dinilai Cari Panggung dalam Kasus Tuntutan Persipura Jayapura

Selasa, 19 April 2022 15:30 WIB
Penulis: Agung Wicaksono | Editor: Prio Hari Kristanto
Polemik panjang usai degradasinya Persipura Jayapura rupanya kunjung belum selesai setelah ada upaya membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri.

INDOSPORT.COM - Konflik panjang pascadegradasinya Persipura Jayapura dengan sejumlah pihak ternyata belum selesai. Setelah ada upaya membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun ada kabar yang mengatakan bahwa gugatan yang dilakukan Persipura Jayapura ini tak masuk akal, dengan alasan-alasan yang terlihat dipaksakan. Bahkan terkesan hanya untuk 'cari panggung' saja.

Baca Juga

Selain itu, banyak penikmat sepak bola Indonesia yang menganggap gugatan PSSI hingga Barito ke Pengedadilan Negeri Jakarta Pusat salah alamat. Karena kasus itu terjadi di Denpasar dan Gianyar Bali.

Kendati demikian, sikap berbeda justru ditunjukkan kelompok ultras Persipura Jayapura. Mereka lebih mendorong adanya perbaikan di internal klub Mutiara Hitam. Mereka menilai bahwa hasil jeblok musim ini akibat ketidakmampuan manajemen.

Tergabung dalam kelompok Blackpearl Curva Sud, mereka justru menekankan pembenahan ke tubuh manajemen Persipura Jayapura dan menekankan untuk berhenti menggiring opini untuk menutupi kinerja buruk manajemen.

Baca Juga

"Awal mula runtuhnya kejayaan Persipura itu yang menyebabkan adalah manajemen sendiri. Manajemen Persipura tidak bisa mengelola tim dengan baik dan mengambil keputusan secara bijak," tulis ultras Persipura dalam rilisnya.

"Di saat tim sudah terdegradasi ada penggiringan opini soal sepak bola gajah, manajemen Persipura seperti mengambinghitamkan tim lain (Persib, Barito) untuk menutup borok manajemen sendiri," lanjutnya.

"Manajemen Persipura Jayapura tidak melihat gajah di dalam mata mereka sendiri tetapi lebih memilih melihat kuman di seberang pulau. Stop menyalahkan tim lain, manajemen fokus saja menyiapkan tim di Liga 2," ujar ultras Persipura.

Baca Juga

Sikap yang telah diberikan ultras Persipura, Blackpearl Curva Sud itu tentu mendapat respons baik dari suporter Tanah Air. Mereka berbondong-bondong mendoakan, memberi semangat, dan saling bertukar rispek.

Kabar terkini, sejumlah individu yang berasal dari komunitas Papua ini telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Anehnya, justru banyak anggapan miring mengenai isi gugatan tersebut.


1. Hanya Jadi Panggung Pihak Lain

Pemain Persipura Jayapura bersedih usai terdegradasi dari Liga 1.

Kelompok suporter fanatik Persipura Jayapura sudah ikhlas dan tak mau memperpanjang kasus ini dengan dalih mengambinghitamkan pihak lain atau memainkan narasi sepak bola gajah.

Suporter beraliran ultras Mutiara Hitam ini mendesak agar manajemen tergerak untuk menyudahi drama saat ini. Dan menyarankan manajemen untuk segera berbenah dan fokus membangun kerangka tim di Liga 2.

Baca Juga

Namun, apa yang telah ditempuh ultras Persipura ini ternyata tak membuat sekelompok orang yang mengklaim mewakili suporter Persipura Jayapura di seluruh Indonesia untuk menutup masalah ini.

Orang-orang ini mengklaim berasal dari komunitas masyarakat yang ada di Jakarta. Mereka diwakilkan oleh empat individu yakni Emilianus Tikuk, Yan Piet Sada, Yulianus Dwaa dan Paul Finsen Mayor.

Mereka resmi membawa kasus ini ke Pengadilan Jakarta Pusat pertanggal 14 April 2022, dengan pihak yang tergugat di antaranya PSSI, Persib Bandung, Barito Putera, David da Silva dan BRI yang turut tergugat.

Baca Juga

Setelah isi gugatan tersebar, justru banyak pihak mempertanyakan isi gugatan yang telah dimohonkan. Satu poin yang menarik soal kerugian materill, pihak penggugat merasa dirugikan karena mengurus kasus ini ke PN.

Kemudian ada kerugian Moriil yang dirasakan penggugat berupa perasaan tidak menyenangkan, stres, tersita waktunya dan pikiran selama mengurus gugatan ini ke Pengadilan Negeri Jakpus.

Pihak penggugat juga mengklaim menghabiskan dana 1 miliar untuk menyewa mobil, menghadirkan saksi, membayar rental mobil, legalisir bukti, foto copy, materai dan pendaftaran ke PN Jakpus.

Ada dua anggapan dalam gugatan ini, pertama jika dilihat secara locus delicti, seharusnya pihak ini memang harus membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Denpasar. Gugatan ini bisa ditolak karena dianggap cacat formil.

Baca Juga

Kedua, melihat kasus ini dengan asas actor sequitor dorum rei, yakni pihak yang berhak mengadili adalah pengadilan domisili tergugat. Dalam hal ini PSSI sebagai target tergugat berada di Jakarta Pusat.

Namun dari kedua kemungkinan itu, gugatan atas nama pribadi yang dilakukan itu tetap saja menjadi bola liar lain di kasus ini mengingat pihak manajemen Perspura terlihat adem, hal itu juga memunculkan dugaan kasus ini hanyalah semacam ajang 'cari panggung' yang tak berlandaskan kuat.


2. Persipura Siapkan Siasat Agar Batal Degradasi ke Liga 2

Ketum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano

Klub asal Papua, Persipura Jayapura, tak henti-hentinya membuat kontroversi usai terdegradasi ke Liga 2. Terbaru, mereka sesumbar diperlakukan tak adil.

Mutiara Hitam mengklaim mendapat sejumlah kejanggalan yang melibatkan beberapa kontestan lain Liga 1 yang membuat klub kebanggan masyarakat Jayapura ini terdegrasadi ke kompetis divisi kedua tanah air.

Persipura Jayapura, sepertinya belum rela turun ke kasta. Bahkan Mutiara Hitam telah sesumbar tengah menyiapkan siasat kejutan agar bisa terhindar dari degradasi, tentu hal ini sangat mengejutkan.

Jalan yang akan ditempuh Persipura juga tak main-main, mereka telah mendesak Organisasi Sepak Bola Indonesia, PSSI hingga mengancam kasus ini akan dibawa sampai ke FIFA.

Baca selengkapnya: Makin Panas! Persipura Siapkan Siasat Kejutan Agar Batal Degradasi ke Liga 2
 

Persib BandungPSSIPersipura JayapuraUltrasLiga IndonesiaLiga 1Liga 2Berita Liga 1Berita Liga 2

Berita Terkini