x

Liga Inggris: 2 Keputusan Blunder Ten Hag Penyebab Hasil Imbang Man United vs Newcastle

Selasa, 18 Oktober 2022 04:29 WIB
Penulis: Stefan Ariel Kristanto | Editor: Subhan Wirawan
Berikut dua keputusan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, yang jadi biang kerok hasil imbang melawan klub Liga Inggris (Premier League), Newcastle United.

INDOSPORT.COM – Berikut dua keputusan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, yang jadi biang kerok hasil imbang melawan klub Liga Inggris (Premier League), Newcastle United.

Manchester United gagal mengambil angka penuh pad apertandingan melawan Newcastle United di lanjutan laga Liga Inggris.

Baca Juga

Seperti yang diketahui, Setan Merah dipaksa bermain imbang tanpa gol melawan pasukan Eddie Howe pada Minggu (16/10/2022).

Tentu kegagalan meraih poin sempurna ini bisa berimbas pada peluang Manchester United untuk bisa finis empat besar sehingga bisa mengamankan tiket Liga Champions.

Pasalnya, sang peringkat keempat, Chelsea, kembali membawa pulang tiga angka kala melawan Aston Villa setelah mengalahkan pasukan Steven Gerrard dengan dua gol tanpa balas.

Baca Juga

Dengan demikian, Man United mengoleksi 16 angka dan hanya terpaut tiga poin saja dengan The Blues yang bertengger di peringkat keempat.

Sementara itu, Setan Merah sudah ditunggu dua laga berat berikutnya melawan pimpinan peringkat ketiga Liga Inggris, Tottenham Hotspur, yang memiliki 23 poin pada tengah pekan nanti.

Manchester United akan menghadapi Chelsea di akhir pekan mendatang seusai bentrok melawan The Spurs di tengah pekan nanti.

Baca Juga

Jika Manchester United kehilangan poin di dua laga tersebut tentu hal ini bakal kian memberatkan bagi skuad Erik ten Hag apalagi Setan Merah memetik hasil kurang maksimal melawan Newcastle United.

Setidaknya ada dua keputusan Erik ten Hag yang dinilai menjadi ‘biang kerok’ di balik hasil imbang Manchester United melawan Newcastle United di lanjutan laga Liga Inggris semalam.


1. Memainkan Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo mencetak gol yang dianulir wasit di laga Manchester United vs Newcastle United (16/10/22). (Foto: REUTERS/David Klein)

Cristiano Ronaldo yang kita kenal saat ini tentunya sudah berbeda dengan zaman beberapa tahun silam yang masih sangat tajam di depan gawang lawan.

Di zaman keemasannya bersama Real Madrid, Cristiano Ronaldo mampu membuat banyak gol. Terbukti torehan rata-rata gol per pertandingannya saja 1,02.

Baca Juga

Akan tetapi, produktivitas Ronaldo kian menurun sejak meninggalkan Real Madrid. Hal itu dialaminya saat membela Juventus dan Manchester United.

Di Manchester United, Ronaldo memang sempat menjadi mesin gol bagi Setan Merah yang mana pria 37 tahun itu adalah top skor klub di semua ajang dengan raihan 24 gol.

Terbukti, Manchester United gagal meraih poin setiap Cristiano Ronaldo tidak bermain pada Liga Inggris 2021/2022 musim lalu.

Baca Juga

Namun, produktivitas itu kian seret pada musim anyar 2022/2023 ini. Terbukti di beberapa laga, Ronaldo begitu kesulitan mencetak gol.

Hal ini pastinya terjadi lantaran kecepatan, first touch, dribble, dan keterampilan Ronaldo lainnya yang kian menurut mengingat sang megabintang kini sudah tidak lagi muda.

Walaupun terbilang masih hebat untuk ukuran pemain 37 tahun untuk bermain di level tertinggi, nyatanya penurunan kemampuan Ronaldo juga berimbas pada timnya tidak bisa bermain dengan efektif.

Baca Juga

Di laga melawan Omonia pun hal itu sudah ditunjukkan Ronaldo bahwa dia kebanyakan plonga-plongo saja dalam laga tersebut walaupun Manchester United menang 1-0.

Oleh sebab penurunan kecepatan, first touch, dribble, dan kemampuan pressingnya yang kurang rajin, tentu memasang Ronaldo sebagai starter saat ini bukanlah keputusan yang pas.

Di sisi lain, Rashford dikabarkan tidak fit sehingga Ten Hag memasang Ronaldo menjadi starter. Namun, tidak ada salahnya bila sang manajer mencoba taktik lain.

Taktik tersebut dengan mencoba Jadon Sancho dijadikan starter di ujung tombak sebagai false 9 dan memainkan Alejandro Garnacho di pos penyerang sayap.

Cara itu siapa tahu bakal lebih efektif ketimbang memasang Cristiano Ronaldo sejak awal.


2. Menjadikan Fred Starter

Pemain Manchester United Fred saat beraksi dengan pemain Omonia Charalampos Charalampous. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

Polemik menjadikan Fred starter ini bisa jadi bagai makan buah simalakama bagi Erik ten Hag mengingat Christian Eriksen dikabarkan sakit dan Scott McTominay menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Sementara itu, Donny van de Beek masih dibekap cedera yang belum diketahui kapan pria asal Belanda itu bisa merumput lagi.

Baca Juga

Dengan demikian, Manchester United tinggal menyisakan Fred dan Casemiro saja sebagai gelandang berpengalaman di lini tengah. Di sisi lain, Ten Hag hanya menyimpan Zidane Iqbal yang masih berusia 19 tahun di posisi yang sama.

Memainkan Zidane Iqbal mungkin memiliki risiko yang tinggi mengingat usianya yang masih begitu muda, sementara lawannya adalah para pemain senior dengan jam terbang tinggi.

Di sisi lain, Fred sejatinya juga tidak apik-apik amat untuk bermain bagi Manchester United. Namun, mau bagaimana lagi sebab hanya itulah opsi yang dipunyai Ten Hag.

Baca Juga

Masalah mengenai Fred ini adalah pria asal Brasil ini tidak mempunyai visi dan akurasi umpan seperti Christian Eriksen sehingga dia tidak bisa menggantikan peran gelandang asal Denmark itu.

Selain itu, kemampuan bertahannya juga tidak seelok Casemiro yang jelas merupakan salah satu gelandang terbaik di dunia.

Terlebih lagi, Casemiro masih memiliki visi dan akurasi umpan yang baik ketimbang Fred yang tampaknya lebih grusa-grusu saat bermain.

Hal ini yang menyebabkan Manchester United tampil kurang maksimal mengingat Setan Merah kehilangan motor serangannya dalam diri Eriksen, sementara Fred tidak bisa menjalankan peran tersebut.

Manchester UnitedNewcastle UnitedLiga Primer InggrisLiga InggrisErik ten Hag

Berita Terkini