31 Negara Siap Ikuti Kejuaraan Tinju Piala Presiden ke-23 di Labuan Bajo

Minggu, 21 Juli 2019 21:55 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Indra Citra Sena
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Ilustrasi Kejuaraan Tinju Piala Presiden ke-23 di Labuan Baju, Nusa Tenggara Timur. Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Ilustrasi Kejuaraan Tinju Piala Presiden ke-23 di Labuan Baju, Nusa Tenggara Timur.

INDOSPORT.COM - Para petinju dari 31 negara siap mengikuti Kejuaraan Tinju Piala Presiden ke-23 di Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kejuaraan tinju internasional yang rencananya akan digelar mulai 22-28 Juli 2019 mendatang bakal dipusatkan di lapangan Gorotalo, Pantai Pede, Kota Labuan Bajo. Menjelang digelarnya kompetisi tersebut, para petinju dari berbagai negara mulai berdatangan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Jeramun.

Para petinju itu bahkan disambut langsung oleh Ketua Pelaksana Kejuaraan Tinju Amatir Internasional, AKBP Julisa Kusumowardono, di Bandara Komodo, Sabtu (20/7/19), kemarin.

"Beberapa kontingen tinju yang berasal dari negara seperti India, Australia, Ukraina, Vietnam, Korea, dan Amerika Serikat sudah tiba," ujar Paulus dilansir dari media ANTARA News.

Menjelang digelarnya Kejuaraan tinju internasional tersebut, AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan bahwa berbagai persiapan pelaksanaan mulai dikebut untuk segera diselesaikan.

"Barang-barang pendukung kegiatan tinju internasional sudah tiba di Labuan Bajo, seperti ring tinju, venue, dan tempat latihan beserta kelengkapan juga sudah tiba dan mulai dikerjakan," ujar Julisa.

Tiket menonton Kejuaraan tinju internasional tersebut juga sudah mulai dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp20.000, Rp50.000, hingga Rp100.000 untuk setiap orangnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%