Kisah Don King, Musuh Penghancur Karier Mike Tyson dan Muhammad Ali

Sabtu, 2 Mei 2020 21:53 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Getty Images
Selain sama-sama menyandang status legenda di dunia tinju, Mike Tyson dan Muhammad Ali juga sama-sama memiliki musuh penghancur bernama Don King. Copyright: © Getty Images
Selain sama-sama menyandang status legenda di dunia tinju, Mike Tyson dan Muhammad Ali juga sama-sama memiliki musuh penghancur bernama Don King.

INDOSPORT.COM – Selain sama-sama menyandang status legenda di dunia tinju, Mike Tyson dan Muhammad Ali juga sama-sama memiliki musuh penghancur bernama Don King.

Jika ada ungkapan ‘musuh dari sahabatku adalah musuhku’, kalimat tersebut rasanya sangat pantas untuk disematkan dalam hubungan dua legenda tinju dunia Mike Tyson dan Muhammad Ali.

Meski terlahir dalam era yang berbeda, Mike Tyson dan Muhammad Ali nyatanya punya satu musuh penghancur karier yang sama bernama, Don King.

Buat para penggemar tinju dunia, tentu sudah tak asing dengan nama Don King. Meski bukan seorang petinju, tetapi promotor, popularitas Don King juga tak kalah dari beberapa legenda tinju yang pernah bekerja sama dengannya.

Muhammad Ali misalnya. Petinju muslim Amerika Serikat itu merupakan salah satu yang pernah bekerja sama dengan Don King. Sejumlah kisah sukses pernah didapat Ali ketika dipromotori Don King. Seperti yang paling terkenal salah satunya dalam laga tinju bertajuk rumble in the jugle yang mempertemukan Muhammad Ali dengan juara dunia kelas berat George Foreman.

Namun, setelah berbagai kisah sukses, kelak kemudian Don King justru hadir sebagai musuh yang menghancurkan. Dia menjadi sosok yang membawa keburukan buat kesehatan dan nyawa Muhammad Ali.

Itu terjadi ketika Don King dengan sengaja menyembunyikan hasil tes Kesehatan Muhammad Ali jelang melawan Larry Homes dalam perebutan juara kelas berat, 2 Oktober 1980.

Don King menyembunyikan hasil tes kesehatan Ali agar pertandingan tetap berlangsung. Padahal, dalam tes yang dilakukan dr. Ferdie Pacheco itu terungkap bahwa Ali sudah bermasalah, terserang gejala parkinson.

Hasilnya fatal. Di pertandingan itu, Ali tak kuasa untung mengaku kalah TKO di ronde ke-11. Dan kesehatannya pun semakin menurun tahun demi tahun setelah kejadian itu, sebelum akhirnya meninggal pada 3 Juni 2016 dengan masih membawa penyakit parkinson hingga akhir hayatnya.

Mike Tyson

Serupa dengan Muhammad Ali, dalam kisah suksesnya Mike Tyson kerap bekerjasama dengan promotor tinju nomor satu dunia itu, Don King. Namun, sama seperti Ali juga, hubungan itu justru merenggang, karena menghadirkan masalah buat Mike Tyson sendiri.

Masalah sebenarnya sudah banyak dilihat orang ketika Mike Tyson menjadi sosok yang kerap bermasalah sejak dekat dengan Don King. Namun, baru kemudian Tyson menyadari saat dirinya menilai Don King dengan sengaja telah menipunya, menggelapkan uangnya selama dirinya ditahan dalam penjara sejak tahun 1992 akibat kasus pemerkosaan.

Tuduhan itu sendiri dilayangkan Mike Tyson kepada Don King sekitar tahun 1995. Dan meminta Don King untuk mengganti kerugian hingga 100 juta dollar kala itu.

Selain kasus tersebut, kekesalah Mike Tyson kepada Don King yang dianggapnya licik di dunia tinju, dikabarkan juga semmpat diluapkannya dengan menedang kepada Don King saat keduanya berada dalam satu mobil.

Kisah kehancuran Mike Tyson bersama Don King pada akhirnya memang seakan mengulang apa yang terjadi antara Muhammad Ali.

Menjadi menarik sebab, Tyson dan Ali sebenarnya juga memiliki kedekatan yang cukup. Sebab, Muhammad Ali lah sosok yang sangat diidolakan oleh Mike Tyson di area tinju.

Bahkan, saking mengidolakannya, ada sebuah cerita bahwa Mike Tyson telah berjanji kepada Muhammad Ali untuk membalaskan kekalahannya dari Larry Holmes, sosok yang mengalahkan Ali di saat dirinya terkena tipu daya Don King.

Janji itu kemudian akhirnya ditepati oleh Mike Tyson. Tepat pada 22 Januari 1988 atau delapan tahun setelah kekalahan Muhamamd Ali, Mike Tyson membungkam Larry Holmes dengan kemenagan TKO, tepat di depan idolanya tersebut yang menyaksikan pertandingan.

IDS Emoticon Suka
Suka
12%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
2%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
8%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
24%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
7%
IDS Emoticon Takut
Takut
2%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
1%
IDS Emoticon Marah
Marah
44%