Begini Penampakan Usaha Kerajaan Ganja yang Dimiliki Mike Tyson

Minggu, 10 Mei 2020 15:53 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
 Copyright:

INDOSPORT.COM – Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika legenda tinju dunia, Mike Tyson memiliki usaha kerjaan ganja yang amat luas di Amerika Serikat.

Diketahui, petinju yang memiliki julukan Si Leher Beton itu memiliki ladang ganja seluas 169 hektar di peternakannya yang terletak di California, Amerika Serikat.

Ia membudidayakan tumbuhan yang berjuluk tanaman surga di beberapa tempat baik di ruangan terbuka maupun di dalam ruangan khusus yang cukup tertutup.

© metro.co.uk
Usaha Ganja milih Mike Tyson Copyright: metro.co.ukUsaha Ganja milih Mike Tyson

Melansir dari laman Metro Sports, Mike Tyson juga telah mengembangkan perusahaannya bernama Tyson Holistic yang bergerak dibidang bisnis penjualan ganja yang berdiri sejak 2016 silam.

Tak hanya itu, ia juga mendirikan sekolah khusus budidaya tanaman ganja di tempat yang sama. Sekolah yang bernama Universitas Tyson itu sengaja di bangun untuk untuk mengajarkan teknik penanaman dan pengembangan ganja di masa depan, yang bisa dipelajari oleh kalangan tua maupun muda.

Perusahaan dan sekolah ganja yang didirikannya memiliki tujuan yang mulia, yakni untuk memberi edukasi dan melibatkan masyarakat tentang khasiat ganja dalam hal medis, yang dinilai mampu menjadi obat mujarab untuk beberapa penyakit.

Mike Tyson juga memiliki rencana pada peternakan sekaligus kebunnya akan dirancang menjadi salah satu taman impian yang dipenuhi dengan tempat wisata, hotel mewah, dan beberapa hal menarik lainnya.

Diketahui pada Februari 2019 lalu, ia mengadakan festival musik bertema ganja yang diberi nama ‘Kind Festival’ yang telah sukses digelar dan dinikmati oleh para pengunjung.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tyson Ranch™️ (@tysonranchofficial) on

Berdasarkan informasi terbaru, dari kerajaan ganjanya tersebut, legenda tinju yang kini berusia 53 tahun tersebut sukses mengantongi pendapatan senilai 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp16,3 miliar per bulannya.