Dermawan, Petinju Dunia Amir Khan Bantu Bocah Pakistan yang Mengidap Tumor

  • Di tengah proses cerainya dengan sang istri, Amir Khan tunjukkan sifat dermawannya. 
  • Ia membantu bocah asal Pakistan yang mengidap tumor mata. 
Jumat, 11 Agustus 2017 12:15 WIB
Editor: Galih Prasetyo
© mirror.co.uk
Amir Khan saat membantu bocah asal Pakistan yang terkena tumor mata. Copyright: © mirror.co.uk
Amir Khan saat membantu bocah asal Pakistan yang terkena tumor mata.

Petinju asal Inggris Amir Khan ternyata memiliki rasa empati yang tinggi pada sesama. Baru-baru ini dia mengunjungi Ali Hassan. Seorang bocah Pakistan yang menderita tumor mata. Amir-lah yang membayar biaya operasi Ali sampai sehat.

Dikutip dari mirror.co.uk (11/08/17), Amir Khan mengunggah foto dirinya bersama Ali yang tengah pemulihan pasca operasi di media sosialnya. Dia terlihat bahagia bisa menggendong Ali. Namun nampaknya Amir tak bisa menyembunyikan kesedihannya lantaran rumah tangganya dengan sang istri Faryal Makhdoom akan segera berakhir. Mereka tengah menghadapi persidangan cerai.

Caption Copyright: INTERNETAmir Khan.

Setelah menemui Ali dan keduanya berpose sambil mengacungkan tinju, Amir Khan segera balik ke Inggris. Dia ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya. Namun nampaknya negosiasi perceraian dengan Faryal berjalan alot setelah sang istri meminta harta gono-gini sekitar 30 juta poundsterling atau setara dengan Rp519,6 miliar. 

Sifat dermawan Amir tentu sangat jauh berbeda dengan petinju dunia lainnya, Floyd Mayweather. Keduanya memang bak langit dan bumi jika bica citra di depan publik. Publik lebih banyak melihat Mayweather sebagai tokoh 'antagonis' yang doyan pamer harta dan menghambur-hamburkan uangnya. 

Amir Khan saat membantu bocah asal Pakistan yang terkena tumor mata. Copyright: mirror.co.ukAmir Khan saat membantu bocah asal Pakistan yang terkena tumor mata.

Amir Khan sendiri beberapa waktu lalu sempat disebut-sebut bakal bertarung melawan petinju asal Filipina, Manny Pacquiao. Sayang, pertarungan ini batal dikarenakan kurangnya sponsor yang mau membiayai hadiah bagi pemenang, yang mencapai 38 juta dolar Amerika (Rp506 miliar).

Penulis: Dini Maharani Dwi Setyarini.