x

Flashback Syabda Perkasa di Piala Thomas 2022: Dari Suporter jadi Penentu Kemenangan

Kamis, 15 Desember 2022 16:10 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa di Indonesia International Challenge 2022. (Foto: PP PBSI)

INDOSPORT.COM - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa mengenang perjalanannya hingga menjadi penentu kemenangan di Piala Thomas 2022.

Kala itu, Indonesia sukses menaklukkan Singapura dan Thailand, hingga dipastikan lolos ke semifinal. Namun, agar mendapat lawan lebih enteng, tim harus jadi juara grup.

Naasnya, saat fase penentuan melawan Korea Selatan, Jonatan Christie tidak fit, sehingga ia digantikan Syabda Perkasa.

Syabda sendiri awalnya tak menyangka jika ia bakal bermain. Ia pikir, kedatangannya ke Thailand hanya sebagai suporter bagi tim Indonesia.

"Pokoknya gue jobdesknya (jadi suporter), gue diminta kalau teriakin harus kenceng. Kata gue, tenang aja, pengalaman di AJC dan WJC heboh banget," kenang Syabda.

Baca Juga

"Hari pertama menang, hari kedua menang. Fokus gue jadi suporter semaksimal gue lah, walaupun nggak diturunin, gue nggak ada masalah," ujar Syabda ke Praveen Jordan.

"Tiba-tiba Ko Jo (Jonatan Christie) sakit kakinya lecet, malam banget tuh kumpul, gue masih nge-laundry, gue tinggalin, ya sudah gue pulang, jalan kaki sama Tegar."

Baca Juga

"Intinya, Ko Jo sakit, gue langsung ditanya, kamu siap main nggak. Gue langsung jawab siap, setelah itu gue baru mikir, Korea siapa aja sih line up-nya," curhat Syabda lagi.

"Gue nanya (ke pelatih), kalau jadi penentu gimana ya. 'Sudah, main aja, menang kalah urusan belakangan', dia ngomong nyantai gitu," jelas Syabda di Youtube Praveen.

"Gue mikir kan yang lain jago-jago, ada Kak Ginting, Mas Kevin, jadi gue gak kebayang kalau skornya sampai 2-2," imbuhnya.

Baca Juga

1. Curhat Syabda Sang Penentu Kemenangan

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa di Indonesia International Challenge 2022. (Foto: PP PBSI)

Game pertama Piala Thomas 2022 antara Indonesia vs Korea Selatan, Anthony Ginting justru kandas di tangan Heo Kwang Hee. 

Game kedua, Kevin Sanjaya/Mohammad Ahsan juga kalah dari Kang Min Hyuk/Seo Sung Jae. Tak pelak, hasil ini membuat Syabda Perkasa kepikiran dan panik.

"Game pertama, gue nonton jadi suporter, Kak Ginting kalah. Pas pemain double, gue agak kenceng suaranya biar menang kan, ternyata kalah, jadi 2-0," kenang Syabda.

"Berarti gue main saat sudah kalah, atau saat imbang 2-2. Gue mikir, debut gue gini amat ya. Kalau kalah, ketemunya Denmark, tapi kalau menang, ketemunya tim China."

"Ditanya sama Bang Aboy (Irwansyah, pelatih tunggal putra, red) saat pemanasan, 'Syabda siap ya, harus siap'. Gue jawab, oke Bang, tenang," jelas Syabda cengengesan.

Baca Juga

"Gue nggak tahu lawan gue, tapi gue lihat umurnya di atas gue, cuma dia terdampak Covid-19 juga, jadi poinnya juga jauh, dia nggak ada turnamen, terakhir tahun 2019."

"Pas main, gue sudah bodo amat, gue nggak mikir teknik lagi, bola gue angkat, kejar, tembak aja udah, soalnya nggak bisa ngapa-ngapain lagi, berani aja, nekat aja."

Baca Juga

"Game pertama menang, game kedua pas pindah lapangan itu nggak enak, gue kalah. Game ketiga, di lapangan yang enak, gue ketinggalan 12-7," kenang Syabda lagi.

"Terus gue pindah ke lapangan yang nggak enak, gue lihat ke langit-langit, ada yang bantu gue kek, gimana caranya biar gue menang," ucap Syabda sembari tertawa.

Seolah ada keajaiban, Syabda Perkasa akhirnya menang atas wakil Korea Selatan, Lee Yun Gyu dengan skor 21-14, 11-21, 21-16.

Baca Juga
Piala ThomasKorea SelatanBulutangkisBerita BulutangkisSyabda Perkasa Belawa

Berita Terkini