Merekam Tapak Jejak Islah The Jakmania dan Bobotoh

Rabu, 2 Agustus 2017 13:16 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Lanjar Wiratri/Indosport.com
Kemenpora, PSSI, perwakilan suporter di rapat persiapan islah antarsuporter. Copyright: © Lanjar Wiratri/Indosport.com
Kemenpora, PSSI, perwakilan suporter di rapat persiapan islah antarsuporter.
Islah 3 Agustus 2017

Kematian Ricko Andrean, seorang Bobotoh yang menjadi korban pemukulan oknum Bobotoh lainnya karena melindungi seorang Jakmania, mulai memunculkan kesadaran berbagai pihak untuk menghentikan permusuhan antara kedua suporter, yang memang dikenal memiliki hubungan buruk tersebut.

Ketua Umum Jakmania saat ini, Tauhid Indrasjarief ini pun dengan terbuka menyatakan keinginannya untuk mendamaikan suporter Persija dengan suporter Persib. Ia menilai rivalitas keduanya saat ini sudah tidak sehat.

"Yang kita bicarakan bukan cuma soal damai, tapi menghentikan pencegahan perkelahian dengan senjata tajam, korban luka. Menurut saya, ini rivalitas tidak asik, bukan sepakbola,” ujar Bung Ferry kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut pun seolah membalas pernyataan Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Asep Abdul, yang juga mengaku lelah dengan konflik antara sesama pendukung klub sepakbola Indonesia.

"Biar semua mengikuti langkah kebaikan bersama. Saya sebagai ketua punya tanggung jawab moril. Kita sebarkan virus damai akhiri konflik. Kita semua lelah dengan keadaan, saatnya sejuk dan kibarkan perdamaian," jelas Abdul.

Tidak ingin hanya menjadi wacana, kedua pihak pun sepakat untuk melakukan pertemuan damai antar suporter yang juga disaksikan oleh pihak PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Kamis (03/08/17) besok.

Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, perjanjian damai kali ini tidak hanya melibatkan kelompok pendukung Persija dan Persib saja, tapi juga klub-klub lainnya.

"Kami menyambut baik ada jumpa suporter indonesia dari Kemenpora. Suporter bagian penting dari dunia sepakbola Indonesia yang kini sedang tumbuh, suporter harus dirangkul oleh PSSI selaku stake holder dan dari pertemuan ini nanti akan ditindak lanjuti," ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Semoga saja islah antar suporter yang terjadi pad 3 Agustus 2017 mendatang menjadi awal baru bagi dunia sepakbola Tanah Air. Dan semoga saja ke depannya suporter Indonesia lebih dikenal dunia dengan kreatifitasnya dan bukan karena kericuhan lagi.