Kegagalan Persis Solo ke Liga 1, Dampak Buruknya Kinerja Operator Liga

  • Persis Solo harus mengubur mimpi untuk promosi ke Liga 1 musim depan.
  • Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Pasoepati memberikan komentarnya. 
Selasa, 14 November 2017 21:01 WIB
Kontributor: Ghozi El Fitra | Editor: Abdurrahman Ranala
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Persis Solo. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Persis Solo.

Persis Solo menjadi tim pertama yang tersingkir dari babak delapan besar kompetisi Liga 2 musim 2017. Dua kekalahan atas Kalteng Putra dan Martapura FC membuat tim kebanggaan warga Solo itu tak memiliki kesempatan lagi lolos ke babak berikutnya.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, angkat bicara atas kegagalan tim kesayangannya tersebut. Menurutnya salah satu penyebab kegagalan tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu adalah buruknya operator Liga musim ini.

Banyaknya sanksi yang diberikan kepada Persis Solo serta berubah-ubahnya jadwal pertandingan membuat performa tim menurun. Hal itu sangat terlihat ketika pertandingan babak 8 besar digelar.

Tim Persis Solo yang sebelumnya tampil perkasa di babak penyisihan dan babak 16 besar harus tumbang dengan cepat. Jika jadwal tidak berubah-ubah serta tidak adanya sanksi yang berat bagi Persis Solo maka cerita itu bisa saja tidak terjadi.

"Salah satu penyebab kegagalan adalah buruknya operator," ucapnya.

Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan Pasoepati di tribun. Copyright: INDOSPORT/Ghozi El FitraSalah satu bentuk dukungan yang dilakukan Pasoepati di tribun.

Ginda berharap agar pada kompetisi musim depan operator Liga bisa lebih profesional lagi. Sehingga nantinya bisa menggelar Liga dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat. 

Pengalaman yang panjang pada tahun ini hendaknya bisa menjadi evaluasi bersama. Tidak hanya dari segi operator saja namun juga dari PSSI sebagai induk organisasi.

"Semoga nanti semuanya bisa berbenah lebih baik," ucapnya.