Dua pemain National Football League, Sidney Rice dan Steve Weatherford menyatakan akan menyumbangkan otaknya untuk keperluan penelitian medis saat keduanya meninggal dunia. Dilansir dari Independent, keputusan ini diambil keduanya untuk mendukung penelitian Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE).
CTE adalah penyakit degeneratif yang muncul dalam otak orang-orang yang memiliki trauma otak berulang. Akibat kerap mendapat benturan keras di kepala saat bermain, banyak dari pemain NFL yang menderita penyakit ini.
CTE dikaitkan dengan kehilangan memori, kebingungan, gangguan dalam pengambilan keputusan, depresi dan demensia progresif.
"Saya melakukannya untuk membantu generasi kita di masa depan. Saya kira ini penting," ucap pemain New York Giants, Steve Weatherford seperti dikutip NY Post.
Meski telah menyadari bahaya permainan sepakbola Amerika tersebut, Namun Weatherford mengaku tetap akan mengijinkan anaknya untuk menggeluti olahraga yang sama dengan yang ia jalani. Namun dia berjanji untuk menjaga anaknya agar tidak mengalami benturan di kepala sebelum berusia 16 tahun.
Sementara Sidney Rice, yang baru setahun lalu memenangkan Super Bowl bersama klubnya Seattle Seahawks, harus pensiun diusianya yang baru 27 tahun karena terlalu sering mengalami benturan. Rice memperkirakan dirinya telah 20 kali kehilangan kesadaran selama berkarir di NFL.
"Saya menikmati NFL, tapi tak pernah mendapat pemahaman yang baik sehingga tak memikirkan dampak benturan yang terjadi dalam olahraga ini. Semoga sumbangan otak saya bisa menemukan fakta dan solusi untuk mengatasi penyakit ini," kata Rice.