Anggar Jabar Kehilangan Induk

Selasa, 17 Juni 2014 07:12 WIB
Penulis: Ginanjar | Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Kepergian pelatih Korsel, Mr Yun Nam-jin, sangat disesalkan tim anggar Jawa Barat. Pasalnya, pelatih berkarakter keras dan mengutamakan kedisiplinan itu diakui para atlet anggar Jabar membawa manfaat besar. Salah satunya, diungkapkan Ismail Ibnu, atlet anggar Jabar yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. 

Tanpa mengesampingkan dan peran seorang pelatih lokal, menurut Ibnu, Nam Jin telah memberikan ilmu yang berbeda. Metode kepelatihan pelatih asal Korsel itu pun sangat berbeda dari pelatih anggar di Indonesia.

"Sangat disayangnya karena Mr Yun harus pergi dari Jabar. Dia memberikan pengaruh untuk tim anggar Jabar. Buktinya, beberapa prestasi dihasilkan para atlet anggar Jabar di kejuaraan-kejuaraan," ungkap Ibnu saat ditemui INDOSPORT di GOR Anggar Pajajaran Bandung, Senin kemarin.

Seperti pada PON XVIII Riau 2012 di Riau, lanjut Ibnu, tim anggar Jabar berhasil meraih satu medali emas, setelah sebelumnya hanya meraih satu perak di PON XVII Kaltim 2008. Beberapa prestasi lain pun dicetak anggar Jabar di kejuaraan anggar internasional di Malaysia dengan torehan satu medali emas.

"Banyak teknik baru yang diajarkan Mr Yun kepada kami para atlet. Tapi tidak hanya atlet, pelatih lokal pun bisa mendapatkan ilmu kepelatihan yang baru dari beliau. Kami, sih, berharap beliau bisa kembali lagi ke Jabar," tutur Ibnu.

Dia mengakui kualitas Nam Jin sebagai pelatih anggar tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai mantan juara dunia anggar nomor Floret, Mr Yun jadi rebutan kontingen lain untuk didaulat sebagai pelatih. 

"Bahkan, ada daerah yang sanggup membayar Mr Yun antara Rp25 hingga Rp30 juta jika bersedia sebagai pelatih mereka. Tapi, Jabar yang mendapatkan fasilitas gratis karena kerja sama dengan pihak Korea Selatan menyia-nyiakan ini," sebut Ibnu.

Hal senada diungkap pelatih anggar Jabar, Christim Timisela. Dia mengakui keberadaan nam Jin berdampak besar bagi perkembangan atlet anggar Jabar. Bahkan untuk mengejar Jabar Kahiji (Jabar Nomor Satu) di PON 2016, keberadaan Nam Jin sangat dibutuhkan anggar Jabar.

"Saat Mr Yun masih melatih Jabar, banyak daerah lain yang mewaspadai kekuatan Jabar. Itu karena kapasitas seorang Mr Yun. Tapi sekarang, banyak daerah lain yang senang Jabar kehilangan Mr Yun. Kami sebagai pelatih pun berharap Mr Yun bisa kembali ke Jabar. Kalau alasan kenapa dia keluar dari Jabar, saya kurang mengetahui secara pasti," ucap Christim.