Antisipasi Doping, Tim Angkat Besi Indonesia Waspada Pakai Suplemen

Sabtu, 2 Juli 2016 16:30 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Joko Sedayu
© Herry Ibrahim/Indosport
Pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wiharja Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wiharja

Tim angkat besi Indonesia akan terbang ke Afrika Selatan untuk menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan, sebagai persiapan Olimpiade 2016.

Pelatih tim angkat besi Indonesia, Dirja Wiharja, berharap anak asuhnya mampu lebih fokus saat berada di Afika Selatan sebelum terbang ke Rio de Janeiro. Salah satunya nutrisi dan suplemen yang masuk ke tubuh mereka juga sangat diperhatikan.


Triyatno

"Alasannya klasik karena di Olimpiade London dan Asian Games Afrika Selatan lalu, kita juga latihan di sana," ujar Dirja saat dihubungi INDOSPORT.

"Pastinya selama menjalani latihan di sana nutrisi yang masuk ke tubuh mereka lebih diperhatikan, di sini juga hanya saja ketujuh orang ini akan lebih fokus, tidak terganggu dengan acara-acara seremonial seperti pengukuhan kalau di Indonesia," sambungnya.


Sri Wahyuni

Doping yang menjerat para atlet Rusia juga menjadi warning bagi tim angkat besi Indonesia agar hal serupa tidak menimpa mereka. Nyatanya zat yang dianggap sebagai doping dapat masuk ke dalam tubuh atlet karena ketidaksengajaan datau tanpa diketahui melalui suplemen yang dikonsumsi.

"Fokus perkuat semua fokus perkuat basic power atlet, kita lebih waspada, dalam hal ini suplemen yang dikonsumsi dibeli yang diberi harus bebas doping setelah mendapat sertifikasi dari LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia)," tambah Dirja.

Indonesia mengirimkan tujuh lifter andalannya untuk berlaga di ajang Olimpiade 2016, mereka ialah Hasbi, Eko Yuli Irawan, Deni, I Ketut Ariana, Triyatno, Sri Wahyuni, dan Dewi Safitri. Target emas diklaim Dirja Wihargja sangat mungkin didapatkan dari cabang olahraga angkat besi.