Ali Jawad akan mewakili Britania dalam ajang Paralimpiade Rio 2016. Ali akan bertarung di cabang angkat besi.
Atlet berusia 27 tahun ini menjadi salah satu penantang utama peraih emas di Brasil, nanti. Namun, di balik keberhasilannya ada kisah mengharukan yang terselip.
Ali yang lahir di Lebanon, pernah hampir dibunuh saat baru lahir. Pasalnya, Ali terlahir dengan sebuah keterbatasan tubuh.

Ali Jawad sempat akan dibunuh saat pertama lahir ke dunia karena terlahir sebagai penyandang disabilitas.
Ali yang terlahir tanpa kaki, membuat dokter menyarankan untuk mengakhiri hidupnya. Saat itu, Ali sudah terancam cacat seumur hidupnya.
Apalagi, Lebanon tengah didera perang saudara. Sang dokter mengatakan kepada ayah Ali bahwa tidak ada harapan baginya untuk sembuh dan tak akan ada harapan bagi anak cacat untuk bertahan hidup di masa perang.
"Penyandang disabilitas dianggap warga kelas dua di Lebanon. Tapi ayah saya berbeda, ia selalu mensyukuri kelahiran saya. Ayah tidak memperdulikan keterbatasan saya dan selalu menginginkan yang terbaik untuk masa depan saya," ujar Ali seperti dikutip dari The Guardian.

Ali Jawad bertekat meraih emas untuk kontingen Britania di ajang Paralimpiade Rio 2016.
Tidak menyerah, keluarga Ali pun memutuskan untuk mengungsi ke Inggris. Saat inilah Ali mulai tertarik dengan olahraga.
Keterbatasan fisik tak membuatnya rendah diri dan mulai menekuni judo. Tak disangka, aktivitasnya mampu membuat tubuh bagian atasnya menjadi kekar.
Ali juga sering mengunjungi gym untuk menjaga kondisi tubuhnya. Hal inilah yang pertama kali mengenalkannya dengan dunia angkat besi.
Ali mulai menunjukan bakatnya dengan berhasil lolos ke Paralimpiade 2008 di Beijing. Padahal, saat itu Ali masih berusia 19 tahun.
Prestasinya sempat kembali meredup dengan musibah lain. Ali terserang Crohn's Disease, sebuah penyakit yang menyerang bagian ususnya.
Saat itu, Ali hampir kehilangan karier dan nyawanya pada tahun 2012. Ali kehilangan berat badan 25 kg dalam seminggu!
Namun, Ali kembali bangkit dari keterpurukannya. Bahkan Ali berhasil merebut gelar juara Eropa di tahun 2014.
Kini Ali datang ke Brasil dengan semangat pembuktian diri. Berhasil dua kali bangkit dari keterpurukan, Ali datang ke Brasil dengan target emas.