Jelang Olimpiade, Indonesia Boyong Pelatih Angkat Besi dari Thailand?

Senin, 3 Mei 2021 11:05 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
© Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Eko Yuli Irawan raih medali emas angkat besi kelas 61 kilogram putra di Nino Aquino Stadium, Manila, Senin (02/12/19). Copyright: © Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Eko Yuli Irawan raih medali emas angkat besi kelas 61 kilogram putra di Nino Aquino Stadium, Manila, Senin (02/12/19).

INDOSPORT.COM - Indonesia menjadi salah satu unggulan di nomor angkat besi Olimpiade Tokyo 2021. Untuk itu, federasi langsung mendatangkan pelatih senior, Lukman, yang sebelumnya berada di Thailand.

Pelatih angkat besi kebanggaan Indonesia, Lukman, diminta menangani lifter Eko Yuli Irawan untuk mempersiapkan Olimpiade Tokyo 2021. Dia sudah tiba di Jakarta dari Thailand pada Minggu (2/5/21) semalam.

Meski demikian, Lukman tak bisa langsung mendampingi lifter Eko Yuli Irawan latihan di Gelora Bung Karno karena harus menjalani karantina terlebih dahulu di Hotel Sahid Jaya.

Pemegang sertifikat pelatih internasional dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) ini memutuskan kembali ke Tanah Air atas permintaan Eko Yuli Irawan, disetujui juga oleh Komite Olimpiade Internasional.

"Saya tidak bisa menolak permintaan Eko Yuli Irawan dan KOI. Saya siap menjalankan tugas demi kepentingan Merah Putih di ajang Olimpiade Tokyo 2021," ujar Lukman, dilansir dari Go News, Minggu (2/5/21).

Lukman mengaku telah mengantongi izin dari Federasi Angkat Besi Thailand untuk kembali ke Indonesia dan mengejar target meraih medali emas di Olimpiade Tokyo.

"Memang kontrak saya dengan Thailand berakhir Agustus 2021, tapi tidak masalah. Saya bukan hanya diberi izin dari federasi, tapi juga didukung untuk menangani Eko Yuli Irawan yang akan terjun di Olimpiade Tokyo," cetusnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%