Angkat Berat Butuh TC Berkesinambungan

Rabu, 10 September 2014 18:31 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Didja Wihardja menjelaskan pentingnya pemusatan latihan untuk menjaga performa serta daya angkat atlet karena tanpa itu kemampuan atlet pasti menurun.

“Dengan tidak dipertandingkannya angkat berat di SEA Games 2015 di Singapura, maka masa pelatnas akan berakhir usai Asian Games 2014, padahal atlet masih dihadapkan pada kualifikasi Olimpiade Brazil 2016," kata Didja Wihardja.

“Di angkat berat ukuran angkatan jadi patokan. Apabila seorang atlet libur selama sebulan, pasti angkatan maksimalnya menurun dan untuk mengembalikan lagi butuh waktu panjang," jelas Didja.

Sebagai contoh, Eko Yuli Irawan memiliki angkatan maksimal dalam latihan 140 kilogram. Dengan libur latihan satu bulan, angkatannya dipastikan turun menjadi maksimal 130 kilogram.

Padahal untuk bisa mengangkat beban 140 kilogram, Eko Yuli Irawan membutuhkan waktu lebih lama dari masa libur atlet atau satu bulan. Untuk mengatasi kendalan, angkat berat telah mengajukan pemusatan latihan. Apalagi angkat berat merupakan salah satu cabang unggulan Indonesia untuk mendulang medali olimpiade, selain bulutangkis dan panahan.

Prestasi angkat berat di olimpiade stabil dengan terus merebut medali sejak olimpiade 2000. Angkat berat menjadi satu-satunya cabang yang menyumbang medali Olimpiade London 2012 lewat Triyatno (perak) dan perunggu dari Eko.

Kualifikasi olimpiade untuk cabang angkat berat akan berlangsung melalui dua turnamen di Almaty, Kazakhstan, 4-16 November, dan di Houston, Amerika Serikat, 15-28 November.