Namun, Kemenpora melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto menolak setuju dengan pernyataan Djoko yang bertendensi menyudutkan lembaganya tersebut.
Menurutnya hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak saat bertemu jauh sebelum waktu keberangkatan. Gatot menambahkan jika prosedur yang dilalui dengan melakukan verifikasi terhadap siapa saja yang bisa berangkat wajib dilakukan.
"Verifikasi dilakukan dengan melihat administrasi dan kompetensi. Harus dipertimbangkan kelayakannya. Itu juga sudah sesuai kesepakatan kedua belah pihak, bukan semata-mata kami yang memutuskan," ujar Gatot.
Gatot mengingatkan jika proses tersebut ditujukkan kepada induk organisasi olaharaga mana pun yang ingin mengirim atlet untuk berlaga ke luar negeri. "Ini berlaku untuk semua cabang olahraga apapun, bukan hanya kepada PB PABBSI," pungkas dia.