Houston pekan kini bertabur para bintang NBA, baik yang masih aktif bermain atau yang sudah pensiun. Maklum saja, kota ini tengah jadi tuan rumah event tahunan NBA All-Star.
Salah satu mantan bintang basket yang hadir di sini adalah Yao Ming, yang pernah membela Houston Rockets dari tahun 2002 hingga 2011.
Saat berada di Houston, Yao Ming tak akan melewatkan kesempatan berkunjung ke kebun binatang Houston, Kamis (14/02/13). Bukan rahasia lagi bahwa Yao sangat peduli dengan binatang.
Selama di kebun binatang, Yao menunjukkan bagaimana seharusnya manusia menyayangi binatang, terutama yang sudah langka, bukannya menghancurkan mereka.
Yao datang bersama anak-anak, dan juga mantan center Rockets, Dikembe Mutombo, serta point gurad Jeremy Lin. Ini jadi kesempatan Yao untuk mengajari anak-anak tentang kasih sayang terhadap binatang.
Sejak mundur dari basket karena cedera yang tak kunjung sembuh, Juli 2011, pebasket asal Cina ini makin aktif dalam kegiatan perlindungan hewan.
Saat masih aktif bermain pun, Yao tak pernah ragu mengungkapkan kritiknya terhadap konsumsi sirip hiu di negaranya, yang notabene adalah makanan tradisional Cina sejak puluhan abad lalu.
Pada 2006, dia aktif melakukan kampanye menentang para nalayan yang menangkap hiu untuk diambil siripnya, lalu membuang badan hiu kembali ke laut, bahkan kadang dalam kondisi masih hidup.
Selain hiu, Yao juga tengah aktif melakukan kampanye menentang perburuan liar gajah dan badak di Afrika dan Asia.
Musim panas lau, Yao berkunjung ke Kenya utnuk membuat film dokumenter yang akan dirilis di China, akhir tahun nanti.
“Ini tidak sesederhana menyelamatkan planet atau melindungi hewan. Pada akhirnya, ini untuk melindungi kita semua,” terang pria 32 tahun tersebut.
Yao yang pernah delapan kali bermain di All-Star, menjadi tokoh dunia yang punya peran besar dalam mempopulerkan NBA di Asia. Dia tak hanya jadi kebanggaan China, tapi seluruh Asia.
Ketenarannya jadi salah satu senjata efektif untuk melakukan kampanye perlindungan terhadap binatang.
Usaha Yao tak pernah sia-sia. Musim panas lalu, pemerintah China mengeluarkan peraturan menghilangkan sup sirip hiu dari menu acara perjamuan mereka.
Restoran-restoran kelas atas juga mulai mengganti sirip hiu dengan bahan pengganti yang terbuat dari gelatin, tepung, dan rumput laut.
Bulan lalu, South China Morning Post melaporkan hasil sensus di Hong Kong yang menunjukkan bahwa impor sirip hiu menurun drastis, dari 10.292 ton pada 2011, menjadi 3.087 ton pada 2012.
“Angka ini menunjukkan hasil dari kerja keras yang sudah dilakukan banyak orang. Ini menunjukkan kalau cara ini sangat efektif,” tegas Yao puas.
Selamat, Yao, dan terima kasih untuk kerja kerasnya.