Jason Kidd adalah point guard yang disegani. Rekan-rekan seklub menyayanginya dan tim basket Amerika Serikat pun selalu butuh talentanya. Namun semua kisah berakhir pada Senin (03/06/13).
“Masa saya di dunia basket profesional adalah perjalanan luar biasa, tapi segera berakhir setelah 19 tahun,” kata Kidd dalam rilis resminya bersama New York Knicks.
“Dari empat klub yang saya bela sepanjang berkarier di NBA, saya mengenang kembali setiap musim dan berterima kasih kepada rekan-rekan dan pelatih tim yang saya bela,” lanjutnya.
Kidd memenangi satu gelar kampiun NBA dan dua keping medali emas Olimpik. Pria berusia 40 tahun itu juga membukukan diri sebagai runner-up untuk urusan assist dan steal sepanjang karier profesional
Bukan itu saja, Kidd juga menorehkan namanya sebagai pebasket yang masuk dalam tim All-Star sebanyak 10 kali. Ironisnya, pamor Kidd meredup setelah kehilangan 22 shots dari 25 kali percobaan setelah postseason ini.
Mantan pemain Dallas Mavericks itu juga nihil angka dalam 10 pertandingan playoff sejak genap berusia 40 tahun pada 23 Maret 2013 lalu.
Kidd pun memutuskan mundur, meski masih menyisakan kontrak dua tahun plus kesepakatan bisnis senilai 6 juta dolar AS atau sekitar Rp 60 miliar dengan Knicks.
Keputusan gantung sepatu Kidd hanya berselang dua hari, setelah Grant Hill, 40, juga memutuskan mundur. Dua pebasket itu bersama-sama meraih predikat Rookie of The Year pada 1995.