Laga final NBA 2013 melawan San Antonio Spurs menjadi momen penting bagi LeBron James. MVP musim reguler 2013 ini memiliki urusan bersifat pribadi dengan Spurs.
Pada final 2007 Spurs menjadi juara NBA setelah membantai Cleveland Cavaliers 0-4 yang saat itu memiliki bintang muda bernama LeBron James.
“Itu kesempatan besar buat kami. Ada sesuatu yang hilang dari saya yang mereka ambil pada 2007. Mereka kalahkan kami di kandang. Mereka gelar perayaan di kandang kami,” ujar James.
“Saya tak akan pernah lupakan itu Saya tak boleh melupakan itu,” James menegaskan.
Ambisi membalaskan dendam kian besar saat James melihat para pemain Spurs yang tak banyak berubah dari tim 2007.
"Mereka kumpulan pemain yang sama. Mereka masih punya Big Three yang sama, pelatih yang sama. Saya tak sabar kembali menghadapi mereka,” kata James.
Kubu Spurs mengaku sangat mewaspadai misi balas dendam James. Spurs juga menilai saat ini mereka menghadapi James yang jauh lebih dewasa.
“Dulu kami melawan James muda. Itu hanya fase permulaan baginya,” kata Tony Parker, guard Spurs.
“Saya hanya lebih pintar, jauh lebih berpengalaman. Lebih tua, lebih dewasa di dalam dan luar lapangan. Yang terpenting saya lebih dewasa sebagai pemain dan pribadi,” kata Lebron.
Sejak Spurs mempermalukannya, James kemudian bak macan terluka dengan menyabet 4 gelar MVP dan puncaknya membawa Heat menjadi juara musim 2011-2012 kemarin.
Laga pertama final NBA akan berlangsung Jumat (07/06) pagi WIB. Heat menjadi tuan rumah lebih dulu.