Timnas Basket Putra Indonesia

5 Ujicoba di Manila

Senin, 26 Agustus 2013 12:28 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Pemantapan pelatnas basket putra Indonesia untuk SEA Games Myanmar 2013, Desember mendatang, berlangsung di Manila, Filipina.

Sebanyak 13 pebasket akan berujicoba dalam lima pertandingan yang telah terjadwal. Durasi pelatnas di negara langganan medali emas basket SEA Games itu berlangsung lima hari mulai 26 Agustus 2013.

Semua pertandingan ujicoba itu berlangsung di lapangan UE Red Warrios, milik tim kampus University of The East, Manila. Demikian lansiran berita dari NBL Indonesia, Minggu (25/08/13).

Pelatih basket putra Indonesia Tjetjep Firmansyah cukup gembira dengan komposisi lawan yang jadi lawan tanding. Tim-tim kampus Filipina memiliki kualitas sangat baik dan tak mudah mengalahkan mereka.

Pada SEA Games Indonesia 2011, tulang punggung timnas Filipina berasal dari pemain kampus yang berlaga di UAAP (University Athletic Association of the Philippines) maupun NCAA (National Collegiate Athletic Association).

''Kami bertujuan menambah pengalaman. Juga untuk melihat perkembangan permainan kami,'' cetus Tjetjep yang juga sempat menangani tim basket bergengsi Aspac Jakarta.

Timnas sudah menjalani lima laga persahabatan dengan tim-tim National Basketball League Indonesia. Timnas mampu menyapu bersih kelima laga itu dengan kemenangan, termasuk menang atas juara musim lalu, Dell Aspac Jakarta.

''Hingga kini, defense kami masih 50 persen. Pemain melakukan cara defense sendiri. Saya menginginkan mereka memahami apa mau saya,” sebut Tjetjep.

Dia menginginkan format pertahanan man-to-man marking maupun zona, tergantung dari taktik yang bakal pelatih pakai.

Menurut Tjetjep, chemistry timnas sudah terjalin dengan kuat. Dia tinggal memoles kekurangan tim, terutama dari sisi pertahanan.

Setelah dari Filipina, timnas basket putra akan berlaga dalam Islamic Solidarity Games Palembang 2013. Cabang itu akan berlangsung pada 14 September hingga 1 Oktober 2013.

Setelah bertanding dalam event negara-negara Islam itu, Tjetjep akan mencoret satu pemain dan memampatkan tim menjadi hanya beranggotakan 12 pemain.

Tjetjep juga menunjuk Rachmad Febri Utomo sebagai kapten tim. Bintang CLS Knights Surabaya itu, menurut Tjetjep, memiliki syarat yang sangat layak untuk jadi seorang pemimpin.

''Dia bisa ngomong dengan pemain lainnya. Febri juga memiliki sifat kepemimpinan. Apa yang saya mau, bisa bantu dia aplikasikan di lapangan. Apalagi, dia juga pemain senior,'' tegas Tjetjep.