Juara dunia Turki menawarkan tantangan bagi tim nasional bola basket putra Indonesia. Laga Islamic Solidarity Games III akan berlangsung di Palembang Sport Convention Center, Rabu (18/09/13).
Turki berpredikat sebagai juara dunia di bawah usia 18 tahun (Under-18). Mereka pun meraih medali emas pada kejuaraan tingkat Eropa, Euro Basket 2011, dengan menaklukkan Spanyol.
“Bertemu dengan tim papan atas dunia merupakan kesempatan langka sehingga kami akan jadikan pembelajaran dalam rangka persiapan mengikuti SEA Games,” kata pelatih Tjetjep Firmansyah.
Kendati mengakui keunggulan lawan, Tjetjep tidak mau squad besutannya mengerahkan seluruh kemampuan. Dia mau, pasukannya juga bisa mencetak poin, menghadang lawan, dan teknik lain.
Menurut Tjetjep, permainan Turki memiliki kemiripan dengan Thailand. Dua negara lebih sering mengandalkan kecepatan dan drive ke dalam sehingga pemain tak boleh kehilangan fokus.
Para pemain Timnas tetap harus berjuang setelah kalah oleh Palestina pada pertandingan perdana ISG, Minggu (15/09/13). Skor akhir cukup membuat pemain tuan rumah pesarana, 66-68.
Indonesia menjalani tarung lebih mudah pada laga kedua. Timnas basket menang 20-0 atas Arab Saudi berdasarkan keputusan wasit setelah lawan memutuskan walk out saat skor 59-61.