Ketika kebencian berubah menjadi rasa cinta. Itulah perasaan Shaquille O’Neal. Semasa berlaga di arena NBA, Shaq menyebut Sacramento Kings sebagai Sacramento Queens.
Kebencian itu menjadi energi positif bagi Shaq. Dia membukukan rerata poin 25,2 poin ketika menghadapi Kings. Shaq tiga kali menghabisi kans Kings saat merebut tiga cincin juara NBA 2000-2002 untuk Lakers.
Selasa (24/09/13), USA Today memberitakan pembelian saham minoritas Kings oleh Shaq. Itulah saat di mana mantan pebasket Orlando Magic dan LA Lakers itu mengubah kebencian menjadi rasa cinta.
Sejak Mei 2013, Kings memang berusaha membuka perubahan menjadi klub franchise NBA. Vivek Ranadive yang pertama menyambut perubahan itu dan membeli saham Kings, Berikutnya, Shaq menguntit.
“Yaang membuat saya tertarik untuk bersepakat adalah visi baru, Kings baru, segalanya baru. Saya selalu ingin menjadi bagian seperti ini. Semuanya akan menyenangkan,” tutur O’Neal.
Pada Selasa pula Shaq memiliki jadwal untuk bertatap muka dengan seluruh squad Kings dan makan malam dengan DeMarcus Cousins, bintang Kings yang acap bermasalah.
O’Neal kini menjadi pembela terkuat Kings, terutama saat ESPN menobatkan klub itu sebagai tim franchise terburuk di antara 122 klub NBA, NFL, NHL, dan MLB.
“Terburuk adalah yang terbawah, artinya Anda tak mungkin menjadi lebih baik. Tak ada yang namanya lebih buruh, kita hanya bisa melangkah menjadi lebih baik,” sebut O’Neal setengah berfilosofi.
“Harapannya Vivek, dengan Mr (Mark) Mastrov (pemilik saham Kings lainnya), saya sendiri, tim, dan seluruh anggota bisa mengembalikan semua ke posisi semula. Semuanya rencana baru,” kata dia lagi.