Performa Miami Heat makin cemerlang. Jumat waktu AS atau Sabtu (30/11/13) dini hari WIB, tim asuhan Erik Spoelstra itu melibas tuan rumah Toronto Raptors 90-83. Itu kemenangan kesembilan beruntun bagi Heat.
“Jelas kami tampil sebagai tim yang berbeda kala unggul 20 angka hingga saat kami tertekan dalam 10-12 menit terakhir,” tegas Spoelstra seusai pertandingan.
Heat sempat unggul 20 poin saat quarter ketiga, meski terus terpangkas. Kemenangan Heat bermargin tujuh poin itu berbau keberuntungan setelah Raptors membuang percuma tiga lemparan bebas krusial.
“Pertandingan berakhir pada beberapa lemparan bebas dan itu (seharusnya) dapat dikuasai. Hal lain yang bisa dikontrol adalah bertahan secara intensif pada paruh pertama,” sebut Pelatih Toronto, Dwane Casey.
Toronto sempat memangkas ketertinggalan menjadi dua poin, saat laga tersisa 4 menit 40 detik. Namun, Raptors hanya mampu menambah dua poin lemparan bebas dari 10 kesempatan saat quarter keempat.
“Anda tak bisa membiarkan tim lawan membukukan tembakan 57 persen, meski mereka berpredikat juara dunia,” tandas Casey lagi.
Forward andalan Heat, LeBron James, membukukan tujuh angka dari total 27 poin dalam pertandingan itu, pada quarter terakhir.
Dwyane Wade menyumbangkan 22 angka bagi Heat, sementara forward Michael Beasley dan guard Ray Allen masing-masing mencatatkan tujuh poin.
“Itu yang harus kami benahi secara terus menerus, konsisten menampilkan yang terbaik. Mental adalah faktor paling utama, itu tergantung pada kami, dan itulah tantangannya,” tegas Spoelstra.
Heat sementara berdiri sebagai pimpinan Divisi Eastern Southeast Conference, dengan rekor menang kalah 13-3. Toronto sendiri adalah pemuncak Divisi Eastern Atlantic, dengan catatan rekor 6-9.