Runner up musim lalu itu mampu mempertahankan rekor tak terkalahkan sepanjang musim reguler Speedy NBL Indonesia 2013-2014.
Pelatih Pelita Jaya, Nathaniel Canson, mengaku senang anak asuhnya memperoleh kemenangan pada laga ketiga. Ia menilai timnya bisa keluar dari tekanan.
“Dengan kondisi ini saya sangat tertekan. Anak-anak jauh lebih tertekan,” Nath, sapaan karib Nathaniel Canson, usai pertandingan, Senin (13/01/14).
“Namun saya merasa bangga karena mereka mampu menjadikan tekanan ini sebagai pendorong untuk memetik kemenangan,” sambung ia.
Tim Pasific juga menunjukkan perlawanan impresif pada pertandingan itu, meski akhirnya tim polesan Eddy Santoso ini harus menelan kekalahan.
Termotivasi untuk kembali membuat kejutan usai menundukkan Hangtuah Sumsel IM pada laga sehari sebelumnya, Gege Nagata dan kawan-kawan tampil ngotot memburu kemenangan.
Namun kondisi mereka mengendur ketika menginjak quarter akhir. Eddy mengakui timnya mengalami penurunan fisik pada quarter 3 dan 4.
“Anak-anak mengalami kelelahan berlebih setelah tampil habis-habisan sehari sebelumnya lawan Hangtuah,” ungkap Eddy.
“Ketika dalam kondisi seperti itu, psikis anak-anak ikutan down, sehingga kami tertinggal pada menit-menit terakhir,” ujar Eddy.
Pada laga awal di Seri II Jakarta, tim asuhan Nathaniel Canson berhasil menyapu bersih pertandingan.
Pelita Jaya tujuh kali menang secara beruntun. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, sejak seri pertama hingga kedua, meski Pelita Jaya tak pernah bisa tampil full team.
Pada Seri I di Malang, November 2013 lalu, Pelita menyapu bersih lima kemenangan. Sebelumnya mereka juga menang lawan Garuda Kukar Bandung pada laga pembuka.
Pelita Jaya hanya mengandalkan squad yang terbatas. Andy Batam Poedjakesuma dan Daniel Wenas masih menepi karena pemulihan cedera.
Robert Santo Yunarto baru bisa tampil pada game kedua setelah absen tampil lawan Garuda karena melangsungkan pernikahan.
Problem makin pelik lantaran point guard andalan, Kelly Purwanto dalam kondisi tidak fit. Saat meladeni Pacific, Kelly hanya menonton dari tribun.
Dengan squad yang tersisa, Pelita Jaya harus bersusah payah meladeni permainan ngotot Pacific. Bahkan pada quarter ketiga, Pacific mengimbangi Pelita Jaya dengan skor 45-45.
Ponsianus ’Komink’ Indrawan menjadi top performer dalam laga tersebut. Ia membukukan double-double lewat torehan 19 poin dan 10 rebound.
Ary Chandra juga membukukan double-double setelah mencetak 13 poin dan 10 rebound. Menyusul kemudian Dimas Aryo Dewanto dengan sumbangan 17 poin dan 9 rebound.
Dicky Satria Wibisono tampil menawan dengan memimpin perolehan angka bagi Pacific. Shooting guard berstatus rookie ini menceploskan 16 poin dan 6 rebound.
Gege Nagata menyumbang tambahan 12 poin, menyusul di deretan berikutnya Muhammad Ikrar dengan tambahan 10 poin.