Pada quarter pertama, tim basket putri Tomang Sakti belum menunjukkan ritme bermain secara optimal. Hal tersebut menyebabkan Tomang tertinggal 11-17 dari Sahabat Semarang.
Hal serupa kembali terjadi pada quarter kedua. Tomang Sakti lagi-lagi tertinggal atas Sahabat 23-27.
Pelatih Tomang Sakti, Raoul Miguel Hadinoto, mengakui timnya tertinggal poin di quarter pertama dan dua karena anak asuhnya terbawa ritme bermain lawan.
“Quarter 1 dan 2 kita tidak bisa menjaga tempo. Kita juga malah bermain dengan ritme lawan,” ujar Raoul.
Memasuki quarter ketiga, pemain Tomang Sakti mulai bermain dengan cepat, serta tempo seperti instruksi coach Raoul. Mereka mengejar ketertinggalan, dan membalikkan poin menjadi 48-70.
Hingga quarter akhir, Tomang Sakti akhirnya mampu membalikkan keadaan dengan poin 70-49.
Meski timnya menang atas Sahabat Semarang, Raoul berpendapat bahwa pertandingan hari ini bukan pertandingan terbaik timnya.
Ia menganggap pertandingan tersebut hanya sebatas penyatuan chemistry antara pemain rookie dengan senior di squadnya.
“Ini bukan pertandingan terbaik untuk Tomang Sakti. Hanya penyatuan chemistry antara rookie dengan pemain lama,” tutup Raoul.