Padahal pada partai ketiga ini, Pelita Jaya tampil bukan dalam peforma terbaiknya. Namun, Kelly Purwanto dan kawan-kawan mampu mengalahkan Hangtuah.
Mengacu pada statistik, jelas ini bukanlah penampilan terbaik Pelita Jaya. Field goals tim polesan Nathaniel Canson ini hanya mencapai 31 persen.
Tim Pelita Jaya banyak membuang peluang, lantaran hanya mampu memanfatkan 17 dari 55 kesempatan. Sementara Hangtuah sedikit lebih baik, dengan field goals 33 persen.
Dalam laga ini rebound Pelita Jaya juga kalah dibandingkan Hangtuah. Pelita Jaya hanya mengumpulkan 32 rebound, sedangkan Hangtuah 38 rebound.
Pelatih Pelita Jaya, Nathaniel Canson mengaku timnya beruntung mampu memenangkan laga meski bermain kurang baik.
“Karena kami lebih experience (berpengalaman, red), akhirnya kami bisa tetap menang walau bermain buruk,” ungkap Coach Nath, sapaan Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
Pelatih berkebangsaan Amerika Serikat yang dilahirkan di Filipina ini mengkritik performa para pemainnya yang jauh dari harapannya.
“Bahkan Komink (sapaan Ponsianus Nyoman Indrawan) yang merupakan pemain terbaik kami saat ini, juga tampil buruk,” ujar Coach Nath.
“Kalau kami bermain seperti ini lawan tim kuat seperti Garuda Kukar Bandung atau Satria Muda, tentu hasilnya bakal berbeda,” sambung ia.
Shooting Guard, Ary Chandra memimpin perolehan angka bagi Pelita Jaya dengan kontribusi 16 poin.
Disusul oleh Dimas Aryo Dewanto dengan donasi 15 poin, Ponsianus ’Komink’ Indrawan yang menyumbang 10 poin, serta Hendru Ramli dengan tambahan 8 poin dan 10 rebound.
Sementara, dari kubu Hangtuah, hanya Adhi Pratama