Sama-sama mengandalkan kecepatan guard, kedua tim menutup kuarter pertama dengan kedudukan sama kuat, 16-16. Saling kejar poin terus berlanjut hingga kuarter kedua.
Sahabat menutup kuarter ini dengan keunggulan tipis, 27-26. Marjin keunggulan Sahabat mulai melebar menjadi empat poin (45-41) ketika kuarter ketiga berakhir.
Memasuki kuarter terakhir, Merah Putih Predators mencoba bangkit dengan lebih disiplin menerapkan man-to-man. Strategi itu efektif menghambat produktivitas poin Sahabat.
Kuarter keempat baru berjalan 30 detik, Hanum Fasya berhasil menceploskan tembakan tiga angka. Menyusul medium shot Mandie Soengkono ketika laga tersisa 08:18. Merah Putih balik ungguli Sahabat, 46-45.
Hanum Fasya dkk berhasil mempertahankan momentum keunggulan hingga laga berakhir.
Hanum Fasya tampil sebagai top scorer dalam game ini dengan menceploskan 23 poin dan 7 rebound.
Penampilan impresif juga terlihat dari Siti Zubhaidha. Small forward kelahiran Solo ini membukukan double-double pertamanya di WNBL Indonesia lewat sumbangan 12 poin dan 13 rebound.
Pelatih Merah Putih Predators, Jacky I. Hatta mengaku puas dengan permainan squadnya dalam laga pertama.
”Usai kehilangan fokus di kuarter ketiga, anak-anak bisa kembali dan mengoptimalkan kelebihan dengan bermain cepat. Memang kecepatan andalan kami selama ini,” ujar Jacky.
Sementara itu, meski timnya kalah, power forward Sahabat, Yuni Anggraeni bermain impresif.
Alumni DBL Indonesia All-Star ini sukses membukukan double-double ke-12 di WNBL Indonesia, lewat donasi 17 poin dan 18 rebound yang dia bukukan dalam game ini.