Satria Muda BritAma Jakarta meraih kemenangan atas NSH GMC Jakarta, 96-66, dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri III Solo di Sritex Arena, Kamis (13/02/14) malam.
Bagi Arki Dikania Wisnu, kemenangan timnya berkesan istimewa. Power forward kelahiran New York ini menjadi pemain ke-20 yang bergabung dalam klub elite para pencetak 1000 poin di pentas NBL.
Lebih istimewa lagi, momen spesial tersebut berhasil bertepatan dengan hari kelahiran ibunda tercintanya yang jatuh pada tanggal 13 Februari.
Sebelum tip off, Arki sudah mengoleksi 997 poin selama berkiprah pada ajang NBL Indonesia sejak musim 2011-2012.
Terhitung dari semua penampilannya pada Preseason Tournament, Regular Season, hingga Championship Series. Dia hanya butuh tambahan tiga angka untuk mencapai poin ke-1000.
Masuk dari bangku cadangan, Arki baru memastikan pencapaian itu ketika kuarter ketiga tersisa 6 menit 7 detik. Dia berhasil menggenapi poin ke-1000 melalui aksimedium shot.
Arki menutup game ini dengan sumbangan 11 poin dan 5 assist. Pemain yang sukses menyabet gelar Rookie of The Year musim 2011-2012 ini kini mengemas total 1.008 poin.
Arki menjadi pemain keempat dari Satria Muda yang sukses bergabung sebagai anggota 1,000 Points Club. Menyusul Faisal J. Achmad, Erick Sebayang, dan Rony Gunawan yang lebih dulu bergabung.
Laga menghadapi NSH GMC ini juga sekaligus menjadi pembuktian ketajaman Amin Prihantono. Shooting guard Satria Muda ini memimpin rekan-rekannya dengan menceploskan 21 poin.
Selain Arki dan Amin, tiga pemain lainnya juga mencetak double digit points. Rony Gunawan mengemas 16 poin, Christian Ronaldo Sitepu dengan tambahan 11 poin, serta Agustinus Indrajaya yang mendulang 10 poin.
Sementara Erick Sebayang membukukan 11 assist dalam game ini. Meski menang, head coach Satria Muda, Cokorda Raka Satrya Wibawa belum puas atas penampilan skuad asuhannya.
”Defense kami jelek, sehingga lawan (NSH GMC) mampu mencetak poin. Respek kepada NSH GMC yang memberi perlawanan luar biasa,” ujar pelatih yang akrab dengan sapaan Wiwin ini.
NSH GMC memberi perlawanan sengit melalui Max Yanto. Center paling tinggi pada ajang NBL Indonesia ini (216 cm) dengan memimpin perolehan angka bagi NSH GMC melalui donasi 16 poin.
Dengan tambahan 12 rebound, Max sukses membukukan double-double kesembilan sepanjang karirnya di NBL Indonesia. Max juga tampil menghibur lewat one hand dunk bertenaga ketika kuarter terakhir tersisa 1 menit.