Menurut Ryan, penundaan penyisihan grand final basket LIMA 2014 lantaran terjadinya bencana alam yang melanda Jawa Timur dan sekitarnya, yakni erupsi gunung Kelud.
Ryan menjelaskan, abu vulkanik gunung Kelud saat ini juga menutupi kota Yogyakarta. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat bagi panitia LIMA untuk menggelar pertandingan Grand Final.
"Kami khawatir kondisi para peserta serta kru LIMA yang berada disana akan terganggu bila kami melanjutkan pertandingan sesuai dengan jadwal," ungkap Ryan kepada INDOSPORT.
"Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menunda babak penyisihan Grand Final LIMA hingga hari Senin atau Selasa sampai kami memastikan kondisi cukup aman untuk melanjutkan pertandingan," lanjut Ryan.
Namun demikian, Ryan berharap akan turun hujan pada hari ini atau besok, agar dapat membersihkan kondisi lapangan dan gedung yang tertutup debu.
Tidak hanya itu, dengan turunnya hujan, kata Ryan, maka penyisihan Grand Final dapat berjalan sesuai jadwal.
"Bila itu terjadi maka Grand Final dapat dilanjutkan sesuai dengan rencana. Semifinal dan Final tetap dilangsungkan di hari yang sama yaitu Sabtu dan Minggu,” ujar Ryan Gozali.
“Hanya untuk babak penyisihan kami padatkan pertandingan dengan memakai dua lapangan sekaligus," jelas Ryan.
"Namun, apabila kondisinya masih tidak aman ada kemungkinan kami membatalkan pertandingan. Tentunya, ini masih harus dibicarakan lagi," kata Ryan menambahkan lagi.
Pasca letupan gunung Kelud, lanjut Ryan, panitia LIMA langsung memutuskan mengadakan technical meeting luar biasa pada 15 Februari 2014 lalu.
"Penundaan ini masih berada di tanggal perijinan event (tidak menambah jumlah hari), jadi izin khusus tidak diperlukan, ujar Ryan Gozali.
“Kami tidak berkordinasi dengan tim medis, karena melihat situasi dan kondisi terutama udara kota Yogyakarta kemarin," sambung Ryan.
"Kami tahu pertandingan harus kami tunda karena abu vulkanik sudah bertebaran dimana- dimana," ujar Ryan lagi.
Masih dari Ryan, dalam technical meeting itu, panitia LIMA telah melakukan kordinasi langsung dengan para peserta, panitia lokal, dan wasit laga yang sudah berada di Yogyakarta sebelumnya.
"Mayoritas dari mereka setuju apabila laga ditunda satu atau dua hari hingga situasinya memungkinkan dan untuk memastikan laga Grand Final sesuai jadwal kami bermain di dua lapangan," tandas Ryan.