Laga berlangsung panas mengingat kedua tim saling kejar mengejar poin guna meraih kemenangan di laga pertamanya di NBL seri Bandung. Di kuarter pertama, Garuda Kukar Bandung menutup laga dengan skor akhir 23-9. Di kuarter kedua Garuda kembali memimpin dengan skor akhir 44-34.
Memasuki kuarter ketiga, pertandingan makin memanas, saat Satya Wacana membalikkan kedudukan. Sayang , Garuda yang tampil cemerlang kembali mampu mendapatkan poinnya hingga menutup kuarter ketiga dengan skor 58-55.
Tensi pertarungan makin sengit saat memasuki kuarter empat hingga perlawanan Satya Wacana melemah sampai tak mampu mengejar poin dan menyerah di tangan Garuda menang dengan skor akhir 69-77.
Pelatih Garuda Kukar Bandung Antonius Ferry Rinaldo menyayangkan dengan kinerja anak asuhnya, apalagi saat lawan mampu membalikkan kedudukan terutama pada kuarter ketiga.
"Dari awal kita ingin konsisten. Di dua awal kita starting bagus. Tapi di kuarter ketiga anak-anak tertekan. Lawan membalikkan skor 7-0. Kita langsung tunggu momentum dan akhirnya bisa berbalik lagi. Strategi yang baru saya terapkan akhirnya berhasil," kata Rinaldo seusai pertandingan.
Rinaldo mengakui menghadapi Satya Wacana, beberapa pemainnya diberikan jatah bermain dengan tujuan di pertandingan selanjutnya menghadapi Satria Muda Britama Jakarta, Sabtu (08/03/14) kinerjanya jauh lebih baik.
Pelatih Satya Wacana Metro LBC Bandung Efri Meldi mengatakan kekalahan timnya atas Garuda karena kalah start, “Makanya kita sulit mengejar. Ditambah lagi di akhir-akhir pertandingan kita kecolongan sama pemain nomor 9 (Chadistira Pranatyo)," ungkap Efri.
“Kalau skill, anak-anak saya malah lebih bagus dibanding Garuda. Saya juga baca, memang mereka menang di atas kertas. Secara individu, Kaleb dan pemain kita yang kecil-kecil lebih bagus daripada mereka, semua pemain saya juga bekerja semua,” kata Efri.