NBL 2014 Seri IV

Garuda Kukar Kelelahan

Minggu, 9 Maret 2014 22:47 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:
Tanda-tanda kekalahan  telah terlihat saat pertandingan dimulai. Di kuarter pertama Garuda tertinggal cukup jauh dengan skor akhir 9-23. 
 
Di kuarter kedua skor semakin menjauh 13-41. Di kuarter ketiga Garuda mencoba memperkecil ketertinggalan, 30-51. Puncaknya di kuarter empat, Aspac menutup laga dengan skor akhir 45-78.
 
Kekalahan ini merupakan kali pertama yang dialami Garuda di seri Bandung, padahal menghadapi Satya Wacana Metro LBC Bandung dan Satria Muda Britama, garuda berhasil sapu bersih.  
 
Pelatih tim Garuda Kukar Bandung, AF Rinaldo mengatakan, kekalahan tersebut memang telah direncanakan sebelumnya.
 
Mantan pemain Apac ini mengatakan bahwa anak asuhnya sudah kelelahan lantaran telah bermain habis-habisan di partai sebelumnya menghadapi Satria Muda Britama, Sabtu (08/03/14) kemarin.
 
"Ini sudah seperti yang saya duga. Saya pribadi menargetkan di Bandung ini dua game kemenangan harus didapat, dan yang satu kita lepas karena tidak mungkin juga, anak-anak pasti kelelahan, “ kata pelatih yang kerap disapa Inal.
 
“Tenaga anak-anak terkuras waktu hadapi SM, karena kita ingin mengalahkan SM. Soalnya di Jakarta kita kalah, itu sebagai balas dendam," sambung ia saat ditemui seusai pertandingan.
 
Meski begitu, ia mengakui Aspac tampil sangat gemilang, apalagi pada shooting-shootingnya yang kerap membuahkan hasil.
 
"Kekalahan ini memang sepantasnya. Tenaga mereka lebih banyak dibanding kita. Tapi target saya pribadi juga tercapai, anak-anak juga sudah berusaha. Seharusnya kan masa recovery 2x24 jam. Ini murni faktor kelelahan, “ tambah ia.
 
Dengan begitu, ia berharap di pertandingan selanjutnya, stamina seluruh anak asuhnya telah terkumpul, agar kemenangan dapat kembali diraihnya.
 
"Kedepan, kita ambil game per game. kita tidak mau kehilangan poin lagi. Apalagi sampai tergelincir ke papan bawah. Mudah-mudahan masuk delapan besar. Setelah itu, kita baru pasang target lagi,” tutup Inal.
 
Sementara itu, asisten pelatih Aspac, Antonius Joko mengaku senang dengan kinerja anak asuhnya yang tampil cukup maksimal hingga dapat menekan skor lawan cukup jauh.
 
"Tapi kita juga masih lemah dalam melakukan three poin. Itu yang harus di evaluasi kedepannya. “Mudah-mudahan di tiga pertandingan berikutnya, anak-anak tetap fight dan kembali memenangkan pertandingan," kata Joko.