WNBL Basket Indonesia

Henny Toreh Rekor

Rabu, 12 Maret 2014 14:16 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Small forward  Surabaya Fever, Henny Sutjiono, mampu mendulang 24 rebound, saat membawa timnya melibas Merah Putih Predators Jakarta dengan skor 71-60.

Bermain penuh selama 36 menit 20 detik, Henny menjadi motor utama bagi Fever dan tampil lengkap dengan catatan 24 rebound, 8 poin, dan 4 assist di C-Tra Arena, Bandung, hari ini.

Tak hanya menjadi yang tertinggi sepanjang karirnya selama tiga musim di WNBL Indonesia. Total 24 rebound dalam satu pertandingan tersebut memecahkan rekor tertinggi sebelumnya, 23 rebound  yang dicetak atas nama Windi Hastari dari Merah Putih Predators Jakarta (sekarang pindah ke Fever).

Henny juga melampaui rekor rebound tertinggi dalam satu pertandingan di NBL Indonesia. Sejauh ini, rekor tersebut masih dipegang oleh sang Monster Rebound,  Galank Gunawan (Garuda Kukar Bandung). Galank mencetak 23 rebound dalam laga melawan NSH GMC pada Preseason Tournament 2011.

Henny justru kaget dengan pencapaiannya itu.

”Masak, sih? Jujur saya tidak tahu kalau hari ini bisa mencetak rebound sebanyak itu. Saya hanya fokus menjalankan tugas di lapangan,” tutur alumnus DBL All-Star 2010 ini, usai pertandingan.

Keberhasilan tersebut, lanjut Henny, terjadi karena dalam game ini dia mendapat instruksi dari pelatih untuk lebih agresif melakukan rebound, terutama saat offensive.

”Selebihnya, mungkin karena lagi beruntung saja. Soalnya, bola lebih banyak mendatangi saya,” sambung alumnus SMA Frateran yang pernah dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) pada gelaran Developmental Basketball League (DBL) East Java Series 2010  itu.

Musim ini adalah momentum yang tepat bagi pemain bertinggi 165 cm ini untuk unjuk gigi. Dia memiliki kesempatan untuk menjadi starter dan bermain dengan minute play lebih banyak.

Sebabnya, Fever belum bisa memakai tenaga tiga pemain inti musim lalu yang menerima skorsing setahun dari PP Perbasi. Mereka adalah Gabriel Sophia (Center), Mega Nanda Perdana Putri (power forward), serta Yunita Sugianto (guard).

Ketiga pemain itu diskorsing PP Perbasi lantaran tidak memenuhi panggilan membela Timnas basket putri SEA Games 2013 di Myanmar.

”Sebagai imbas dari kondisi itu, saya yang biasanya bermain di posisi ketiga (small forward), sekarang lebih sering digeser ke posisi empat (power forward),” tutup Henny.