RJW menderita kekalahan keempatnya di ajang WNBL di partai pertama Seri III yang digelar di GOR C-Tra Arena, Cikutra Bandung, Rabu (12/03/14).
Atas kekalahan tersebut, pelatih RJW, Arifin mengatakan timnya tidak bisa mengembangkan permainan akibat sering gagalnya dalam mengeksekusi free throw.
“Dari statistik free throw, kita selalu gagal dan berbanding terbalik ketimbang lawan. Lawan malah bagus dalam melakukan free throw. Mungkin saja kalau tadi free throw kita masuk semua, masih kemungkinan bisa bersaing,” ungkap Arifin seusai pertandingan.
Dengan begitu, kedepannya, jelas Arifin, pihaknya akan memberikan evaluasi mendalam atas apa yang menjadi titik lemah dari pertandingan ini, terutama pada field goal dan kepercayaan diri atlet.
“Field goal dinaikin, dan percaya dirinya juga dinaikain agar tetap bisa bersaing dengan tim lain. Season lalu, malahan kita tidak pernah menang. Sekarang masa harus kayak gitu lagi. Ini yang harus ditingkatkan, kepercayaan diri pemain, dan mental,” sambung ia.
Selanjutnya ia juga berharap, tim Rajawali Bandung dapat dihuni pemain Bandung asli. “Sedihlah, kita tim Bandung, tapi pemain-pemain kita dari luar Bandung. Soalnya orang Bandung-nya kebanyakan membela tim luar,” sesal Arifin.
“Coba kalau misalkan ada pemain Bandung, mungkin mental bertanding di kandang sendiri semakin terasa,” harap ia.
Meski begitu, pihaknya akan tetap mengupayakan untuk berjuang semaksimal mungkin untuk bisa membawa timnya terlepas dari keterpurukan, dan bisa tampil lebih baik.
“Mainnya sekarang sudah lumayan. Tapi kemenangan masih sulit didapatkan. Kita akan berusaha semaksimal lagi. Karena perjalanan kita di kompetisi ini masih panjang,” ujar ia.
Pelatih SHB Senang
Sementara itu, Pelatih tim Sahabat Wisma Sehati Semarang, Wiwit Agus Cahyono, mengaku senang dengan kemenangan di laga pertama Seri Bandung.
Padahal sebelumnya, ia mengaku kurang yakin anak asuhnya dapat memenangkan pertandingan lantaran beberapa pemain andalannya absen.
“Dua pemain kita, Ulfah masih cedera, terus Nur Rahwati sedang izin karena ada ujian,” kata Wiwit.
Mengomentari jalannya pertandingan, Wiwit mengatakan anak asuhnya terlalu menyepelekan lawan, sehingga hampir saja lawan dapat mengejar ketertinggalan.
“Ya itu, kadang kalau ketemu tim yang dibawahnya suka nyantai mainnya, tapi kalau ketemu tim di atasnya, bersemangat. Seharusnya jangan memikirkan seperti itu, nanti jadi boomerang buat kita.”
“Intinya jangan sampai terlena lagi, karena target kita dua kali main dua kali menang, agar menuju Championship lebih ringan,” pungkas ia.