Di awal musim, kubu Memphis Grizzlies hanya berpikir untuk bisa meraih beberapa kemenangan. Tampil di playoff sama sekali tak ada dalam pikiran setelah menjalani awal musim yang buruk. Namun, penampilan apik Memphis beberapa bulan terakhir membuat asa Memphis ke playoff menjadi hidup.
Pada laga terakhir, Grizzlies membekap tuan rumah Los Angeles Lakers, 102-90. Kemenangan yang membawa mereka ke posisi kedelapan, atau jatah playoff terakhir, Wilayah Barat. “Luar biasa kami ada di posisi ini,” ujar Mike Conley, point guard Memphis yang menyumbang 24 poin pada laga ini.
Sejak awal pertandingan, tim tamu sudah terlihat lebih perkasa daripada tuan rumah. Sempat imbang 61-61 pada kuarter ketiga, Memphis tancap gas. Di awal kuarter keempat, Grizzlies sudah unggul 22 poin. Lakers hanya bisa memangkas selisih hingga menjadi 12 poin, selepas itu, Memphis tak terkejar lagi.
Kemenangan Memphis tak hanya datang berkat penampilan apik Conley, tapi juga Marc Gasol yang membuat 18 poin dan 15 rebound. Di kubu Lakers, Jodie Meeks menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 20 poin.
Bagi Lakers ini merupakan laga di kandang terakhir musim ini. Lakers tak menjalani musim gemilang kali ini. Mereka bahkan sudah menelan 55 kekalahan, yang merupakan terburuk sepanjang sejarah tim.
Bagi Memphis, kemenangan atas Lakers akan menjadi modal berharga sebelum pertarungan krusial melawan Phoenix Suns, Selasa (15?04/14) WIB. “Mereka (Phoenix) bermain sangat baik. Pertandingan ini yang harus kami ambil,” ujar Conley.
“Akan menjadi ujian bagus untuk kami pergi ke Phoenix dan menghadapi lawan yang berjuang untuk target yang sama dengan kami,” ujar Gasol.