Tak ada lagi yang diperebutkan saat laga terakhir reguler NBA bagi Pacers. Dengan rekor menang-kalah kandang 35-6 --terbaik sepanjang sejarah NBA—armada Frank Vogel sudah mengantongi status sebagai unggulan utama playoff.
Para pemain dan pelatih Pacers dapat kembali tersenyum, setelah tekanan berat selama 5,5 bulan untuk mempertahankan peringkat dan meraup poin hampir setiap malam.
“Sekarang saatnya hanya bermain basket,” tegas Paul George, pemain Pacers yang juga pebasket All-Star, Selasa (15/04/14), kurang dari 24 jam setelah Pacers mengunci keuntungan sebagai tuan rumah melalui laga final conference. “Kami dapat kembali fokus bermain basket dan fokus pada tujuan kami selanjutnya.”
George menyiratkan hal itu adalah kampiun NBA 2014 dan keuntungan sebagai tuan rumah saat playoff akan membantu Indiana setelah membukukan rekor kandang 35-6 musim ini. Petualangan berikutnya adalah ketika Atlanta Hawks datang sebagai tamu pada akhir pekan ini. Itu adalah kunjungan playoff dengan sistem the best of seven dalam dua musim beruntun dari Atlanta buat Indiana.
Di sisi lain, George masih ingat saat dia bersama dua rekan pemain Indiana yang absen saat laga terakhir reguler. Tepat setahun lalu, mereka berdiri di garis finish Boston Marathon, sebelum beranjak mencari makanan. Sekitar 30 menit kemudian, dua bom meledak.
“Kami berada di sana. Hari itu dapat berubah menjadi saat yang buruk bagi kami,” sebut Paul George yang mengekspresikan duka cita kepada korban tragedi itu, saat peringatan setahun insiden tersebut.
Setelah itu, George dan Pacers berlari mengantongi kesuksesan babak playoff dengan menyikat New York Knicks saat babak kedua dan memaksa Miami Heat mengarungi tujuh laga menegangkan dalam final conference 2013.
Kali ini, Indiana memastikan keuntungan sebagai tuan rumah pertandingan ketujuh playoff, berbekal rekor menang-kalah impresif dalam sesi reguler NBA.
Selain George, coach Vogel akan memarkir Lance Stephenson dan David West, sementara Roy Hibbert plus George Hill akan dibatasi menit bermainnya.